BREAKING NEWS
Jumat, 20 Februari 2026

Setelah Viral soal Utang, AHY Bawa Laporan Khusus Whoosh ke Prabowo

Raman Krisna - Senin, 03 November 2025 16:01 WIB
Setelah Viral soal Utang, AHY Bawa Laporan Khusus Whoosh ke Prabowo
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTAMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis infrastruktur nasional, termasuk polemik kereta cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, yang saat ini tengah menjadi sorotan publik karena permasalahan pembiayaan dan utang.

"Mau melaporkan tentunya sekaligus meminta arahan-arahan dari beliau, dari Bapak Presiden, tentang banyak hal, termasuk kereta cepat," ujar AHY kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Baca Juga:

AHY mengatakan pihaknya ingin memperoleh arahan langsung dari Presiden Prabowo terkait langkah penyelesaian berbagai persoalan proyek strategis, termasuk opsi restrukturisasi utang KCJB yang tengah dikaji pemerintah.

"Ya, tentu kita ingin melihat berbagai isu, termasuk KCIC Jakarta–Bandung. Ada permasalahan-permasalahan yang harus kita carikan solusinya dengan sejumlah opsi, termasuk restrukturisasi utang," kata AHY.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo turut memberikan perhatian serius terhadap kondisi keuangan proyek kereta cepat tersebut.

Ia menuturkan, Presiden telah menggelar rapat terbatas bersama tim ekonomi pemerintah untuk membahas strategi penyelamatan dan keberlanjutan proyek KCJB.

Dalam rapat itu, hadir sejumlah pejabat ekonomi seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan CEO Danantara Rosan Roeslani.

"Presiden meminta jajaran terkait mencari cara dan melihat berbagai opsi untuk menyelesaikan utang kereta cepat tanpa menimbulkan gejolak terhadap perekonomian nasional," jelas Prasetyo.

Beberapa alternatif yang tengah dikaji antara lain perpanjangan masa pinjaman serta penyesuaian skema pembayaran dengan mempertimbangkan dampak fiskal dan keberlanjutan operasional proyek.

Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang diresmikan pada 2023 lalu kini menghadapi tantangan keuangan akibat tingginya biaya operasional dan beban pinjaman dari investor.

Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar proyek tersebut tetap beroperasi secara optimal dan tidak membebani APBN.*

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TNI Berduka, Mantan Danpaspampres Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko Tutup Usia
5.908 Mahasiswa Surabaya Dibiayai Kuliah Sampai Lulus, Pemkot Siapkan Kuota 24 Ribu untuk 2026
Gus Yahya Tegaskan MBG Wajib Sehat dan Aman: Nyawa Anak Lebih Penting dari Statistik
Kasus Wahyudi (GEPAK): Klarifikasi Bongkar Praktik “Uang Damai” di RSUDAM, LSM Pro Rakyat Desak Polisi Usut Pemberi
Klenteng Gek Ong Long Kong Salurkan 5 Ton Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Medan
Setelah Viral ‘Merampok Uang Negara’, Wahyudin Moridu Kini Dibidik KPK
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru