Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
JAKARTA – DPRD DKI Jakarta sedang mempertimbangkan untuk menarik retribusi dari kantin sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah. Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Sutikno, mengungkapkan bahwa kantin sekolah memiliki potensi besar untuk menjadi sumber retribusi yang signifikan.
Sutikno mencontohkan kasus di SMA 32 Cipulir, Jakarta Selatan, di mana setiap lapak kantin dikenakan tarif sewa sebesar Rp5 juta per tahun. Dengan 14 lapak kantin di sekolah tersebut, total pendapatan mencapai Rp70 juta per tahun.
“Kantin di SMA 32 Cipulir, ada sekitar 14 kantin. Tetapi setiap tahunnya membayar Rp5 juta, berarti sudah Rp70 juta di satu sekolah,” kata Sutikno dalam keterangannya, Kamis (21/11/2024).
Untuk merealisasikan rencana ini, Sutikno meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta mendata seluruh kantin sekolah negeri di wilayah ibu kota. Ia menekankan pentingnya ketelitian dalam memetakan potensi ini agar pendapatan daerah dari retribusi bisa dioptimalkan.
“Sekolah didata kantinnya. Ini bisa menjadi pemasukan retribusi. Harus teliti, harus jeli, ada potensi uang masuk,” ujarnya.
Selain itu, Sutikno mengusulkan perlunya payung hukum yang jelas untuk mengatur tarif retribusi kantin sekolah. Hal ini untuk memastikan kebijakan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Sudah kita sampaikan ke inspektorat agar ada payung hukumnya. Biar sama-sama tidak melanggar aturan dan sesuai ketentuan, sehingga pendapatan retribusi bisa naik,” imbuhnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.788 kantin di sekolah-sekolah negeri Jakarta. Sebarannya terdiri dari:
1.305 kantin di sekolah dasar (SD) 293 kantin di sekolah menengah pertama (SMP) 117 kantin di sekolah menengah atas (SMA) 73 kantin di sekolah menengah kejuruan (SMK)Menurut Purwosusilo, pihaknya akan menyiapkan regulasi untuk memanfaatkan aset kantin sekolah secara optimal dan sesuai ketentuan.
“Memang perlu regulasi memayungi pemanfaatan aset kantin sekolah. Nanti akan kita koordinasikan ke BPAD,” ujarnya.
Rencana ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan, yang berkomitmen untuk menjadikan kantin sekolah sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD). Namun, implementasi kebijakan ini diharapkan tetap memperhatikan kesejahteraan para pengelola kantin, mayoritasnya pelaku usaha kecil.
(N/014)
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK