BREAKING NEWS
Selasa, 07 April 2026

IMO Soroti Lemahnya Koordinasi Informasi Bencana di Sumatera

gusWedha - Selasa, 16 Desember 2025 21:19 WIB
IMO Soroti Lemahnya Koordinasi Informasi Bencana di Sumatera
ilustrasi (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mendorong pemerintah pusat dan daerah segera membentuk satuan tugas (Satgas) khusus pengelolaan informasi dan media penanganan bencana di wilayah Sumatera.

Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail, menilai ketiadaan Satgas tersebut berpotensi memicu simpang siur informasi dan lemahnya koordinasi pemberitaan bencana.

Menurut Yakub, hingga kini belum terdapat mekanisme terpadu yang mengelola arus informasi dan pembaruan resmi penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Baca Juga:

Padahal, ketiga wilayah tersebut kerap menghadapi bencana alam dengan tingkat atensi publik yang tinggi.

"Ketiadaan Satgas informasi berisiko menimbulkan keterlambatan update resmi, kesimpangsiuran data, serta lemahnya koordinasi pemberitaan di tengah tuntutan publik akan informasi yang cepat, akurat, dan kredibel," kata Yakub di Jakarta, Selasa, 16 Desember.

Yakub mendorong pembentukan Satgas Pengelolaan Informasi dan Media Penanganan Bencana Sumatera yang melibatkan seluruh elemen media nasional, baik pusat maupun daerah.

Ia menekankan pentingnya pelibatan asosiasi badan usaha media, bukan semata asosiasi wartawan.

"Badan usaha media memiliki sistem manajemen redaksi, jaringan distribusi, serta tanggung jawab kelembagaan yang memungkinkan kelancaran dan keberlanjutan arus informasi," ujarnya.

Menurut Yakub, Satgas ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang koordinasi pewarta, tetapi juga sebagai wadah sinergi antarkorporasi media dalam mendiseminasikan narasi kebencanaan yang utuh, berimbang, dan bertanggung jawab.

Ia juga menyoroti peran strategis pers nasional dalam membangun diplomasi media di tingkat global, terutama dalam pemberitaan penanganan bencana di Sumatera.

Di era konektivitas digital, informasi bencana dengan cepat menjadi konsumsi publik internasional dan membentuk persepsi terhadap Indonesia.

"Tanpa pengelolaan pemberitaan yang baik, informasi bencana dapat membentuk persepsi bias dan liar di mata masyarakat global, yang pada akhirnya merugikan reputasi bangsa," kata Yakub.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemulihan Pascabencana Sumatera Dinilai Harus Libatkan Jasa Konstruksi Lokal
Banjir Aceh Utara: ICMI Aceh Turunkan Tim Distribusi Bantuan ke Lapangan
Bencana Aceh-Sumut-Sumbar: 25 Kabupaten/Kota Masih Status Tanggap Darurat
Dari Sembako hingga Trauma Healing, NU Hadir untuk Korban Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar
Update Darurat: Jumlah Korban Jiwa Banjir dan Longsor Sumatera Capai 1.053 Orang
PBNU Salurkan Rp 1 Miliar dan 3.000 Paket Sembako untuk Korban Bencana Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru