Gubernur Sumut, Bobby Nasution saat meninjau langsung salah satu pusat pengungsian bagi warga terdampak di MAN 1 Jalan Pembangunan, Desa Pekubuan, Kec. Tanjung Pura, 13 Desember 2025. (foto: Bobby Nasution/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
"Pada awalnya kebutuhan di daerah terdampak bencana masih seragam, yaitu percepatan logistik karena akses terputus. Tapi hari ini, kebutuhan daerahnya masing-masing sudah berbeda," ujar Bobby di Medan, Selasa (16/12/2025).
Ia mencontohkan, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan membutuhkan percepatan pembukaan akses jalan, sementara beberapa kabupaten/kota lain memerlukan suplai air bersih, karena jaringan air rusak meski wilayahnya tidak lagi terendam banjir.
Bobby menekankan pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur, khususnya jembatan, agar tidak memperparah dampak bencana.
"Kalau jembatan tidak diperbaiki dalam waktu dekat, airnya masuk terus. Jadi otomatis menjadi daerah terdampak bencana. Yang paling utama membuka akses infrastruktur, jembatan-jembatan secara cepat," tegasnya.
Hingga kini, masih terdapat 84 orang yang belum ditemukan, terutama di wilayah terisolir, akibat keterbatasan alat berat.
Bobby memastikan pencarian terus dilakukan, dan pembukaan akses dengan alat berat diharapkan mempercepat proses.
Kerugian akibat bencana hidrometeorologi di Sumut kini diperkirakan mencapai Rp17 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp9,98 triliun.
Angka tersebut mencakup jembatan putus, sawah gagal panen, sekolah, rumah sakit, dan alat kesehatan yang terendam.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan intervensi logistik untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, terutama di jalur logistik utama seperti Sibolga dan Tapanuli Tengah.