"Pemerintah telah berkomitmen menangani masalah sampah secara komprehensif, namun dibutuhkan solusi sementara agar masyarakat tidak terus dirugikan," kata Eddy, Selasa (23/12).
Solusi yang ditawarkan meliputi penguatan layanan dasar pengelolaan sampah, optimalisasi pengangkutan, penataan tempat penampungan sementara, serta penertiban praktik pembuangan liar.
Selain itu, ia mendorong pemilahan sampah sederhana di tingkat masyarakat, dengan fokus memisahkan sampah organik dan anorganik bernilai.
Eddy juga menekankan pentingnya pengolahan sampah organik secara terdesentralisasi, seperti komposting skala lingkungan di pasar tradisional, kawasan komersial, dan permukiman padat.
Menurutnya, langkah ini dapat mengurangi bau, pencemaran, dan keluhan masyarakat.
Lebih jauh, Eddy menegaskan perlunya penguatan tata kelola di tingkat daerah melalui satuan tugas atau project management office yang mengawal implementasi Perpres 109/2025.
Kesiapan data, koordinasi lintas sektor, dan komunikasi transparan dengan masyarakat menjadi kunci agar kebijakan berjalan efektif.*
(d/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Tangsel Tergenang Sampah, Eddy Soeparno Dorong Komposting dan Pemilahan