BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Februari 2026

Sumut Pacu Pembangunan 648 Hunian Tetap untuk Korban Banjir dan Longsor

Abyadi Siregar - Senin, 29 Desember 2025 08:52 WIB
Sumut Pacu Pembangunan 648 Hunian Tetap untuk Korban Banjir dan Longsor
Gubsu Bobby Nasution mengikuti rapat melalui zoom meeting bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dan Mendagri Tito Karnavian di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu, Medan, Minggu (28/12/2025) malam. (Foto: Diskominfo Provsu/Munawar Harahap)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Hingga kini, tercatat 648 unit Huntap telah groundbreaking di sejumlah lokasi, termasuk Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.

Hal ini terungkap dalam rapat pembahasan lanjutan pembangunan Huntap di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu malam (28/12/2025).

Baca Juga:

Rapat daring tersebut dipimpin Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) Maruarar Sirait, dihadiri sejumlah menteri dan kepala daerah terdampak bencana.

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melaporkan, Huntap di Tapanuli Utara berlokasi di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, dengan 103 unit di atas lahan seluas 5 hektare.

Di Tapanuli Selatan, Huntap dibangun di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, seluas 61.942 meter persegi dengan 227 unit.

Sementara itu, di Tapanuli Tengah, Huntap berada di Lahan Asrama Haji Sitonong Bangun, Kecamatan Pinangsori, seluas 1,3 hektare untuk 118 unit.

Kota Sibolga menyiapkan 200 unit Huntap di Jalan Sudirman, Kelurahan Aek Porombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, di atas lahan seluas 5,1 hektare.

Selain 648 unit yang sudah groundbreaking, pemerintah juga merencanakan pembangunan 343 unit Huntap tambahan di berbagai lokasi, antara lain Tapanuli Tengah (Kelurahan Tukka, Desa Lumut) 86 unit, Tapanuli Selatan (Desa Tandihat) 186 unit, serta Kabupaten Humbanghasundutan dengan 71 unit di Desa Panggunggurgan dan Desa Sampe Tua/Onan Ganjang.

Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya validasi data dan lokasi riil Huntap agar pembangunan dapat direalisasikan lebih cepat.

Daerah juga diminta melaporkan jumlah hunian rusak ringan, sedang, berat, hanyut, atau hilang akibat bencana.

"Jangan terlalu jauh dari ekosistem, seperti sekolah, rumah sakit, dan ladang masyarakat. Pastikan hunian benar-benar siap ditempati," kata Maruarar.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur Aceh Sambut Bantuan Malaysia, Upaya Ringankan Beban Korban Banjir dan Longsor
Berikan Remisi Khusus Natal 2025 kepada 215 Warga Binaan, Kepala Rutan Medan: Motivasi Agar Berperilaku Baik
Pemerintah Aceh Lepas 3.000 ASN Relawan Bantu Korban Bencana di Sejumlah Wilayah, MTA: Penghubung Empati dengan Masyarakat
Terima Bantuan Luar Negeri, Halal atau Haram?
Alumni SIP 54.2 Turun Tangan, Salurkan Bantuan Door to Door untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Donasi dan Aksi Bersih-Bersih, Dosen UIN Ar-Raniry Turun Tangan Bantu Korban Banjir Bandang Meureudu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru