Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Elfanda menilai temuan sidak di Kelurahan TSM III bukan persoalan sepele.
Dugaan pungli, rendahnya disiplin aparatur, hingga distribusi bantuan sosial yang bermasalah mencerminkan kegagalan tata kelola pemerintahan yang telah berlangsung lama.
Karena itu, ia menegaskan persoalan tersebut tidak bisa dibebankan semata pada individu lurah.
"Kalau hanya mengganti orang tanpa membenahi sistem pengawasan, evaluasi, dan standar pelayanan, masalah serupa akan berulang," kata dia.
Menurut Elfanda, dugaan pungli yang sempat dibantah lurah harus diuji melalui penelusuran dan investigasi berbasis fakta.
Ia mendorong penguatan sistem pelayanan kelurahan yang transparan dan akuntabel, disertai pengawasan ketat dari inspektorat, untuk mempersempit ruang terjadinya praktik pungutan liar.
Ia juga menyinggung kebiasaan aparatur kelurahan yang kerap datang terlambat dengan alasan rapat atau agenda lain.
Kondisi tersebut, kata Elfanda, tetap berdampak langsung pada terhambatnya pelayanan publik.
Terkait penyaluran bantuan sosial, Elfanda menilai peran kepling sangat krusial.
Pendataan yang tidak akurat dan sikap pilih kasih dinilai menjadi penyebab utama bantuan tidak tepat sasaran.
"Kalau masih banyak warga yang tidak terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat, maka yang bermasalah bukan hanya orangnya, tetapi juga mekanisme pendataan dan verifikasinya," ujarnya.
Elfanda juga mengkritik pemasangan bendera hitam yang dinilai tidak memiliki dasar hukum dan berpotensi menstigmatisasi institusi publik.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.