Mendagri Tito Karnavian, Gubsu Bobby Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, saat meninjau pengerjaan normalisasi sungai di Tukka, Sabtu (24/1/2026). (foto: Bobby Nasution/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Tito menyoroti penggunaan sedimen sungai di Kecamatan Tukka, Kelurahan Hutanabolon, yang diubah menjadi tanggul penahan banjir.
Material berupa lumpur, batu, dan kayu yang sebelumnya menyumbat sungai dimanfaatkan untuk memperkuat aliran air sekaligus melindungi permukiman warga.
"Saya salut dengan ide ini. Air lancar, sedimennya dijadikan tanggul. Model seperti ini perlu kita terapkan tidak hanya di Sumut, tetapi juga di Aceh dan Sumbar," ujar Tito usai meninjau pengerjaan normalisasi sungai di Tukka, Sabtu (24/1/2026).
Selain tanggul, Pemprov Sumut dan Pemkab Tapteng juga membangun jembatan penyeberangan untuk mempermudah mobilitas warga.
Jembatan ini menghubungkan pemukiman dengan lahan sawah dan kebun masyarakat setempat.
"Jembatan temporer tetapi sangat bermanfaat. Ide dan kerja samanya sangat bagus," tambah Tito.
Gubernur SumutBobby Nasution menyebut tanggul yang dibangun sepanjang 10,5 kilometer akan dipermanenkan untuk memberikan keamanan maksimal.
Pengerjaan tanggul melibatkan Kementerian PUPR, TNI, Polri, serta Pemkab Tapteng.
"Kita sedang dalam proses pengerjaan. Sungai ini berstatus provinsi. Tanggul kanan-kiri akan dipermanenkan bekerja sama dengan Kementerian PUPR, TNI, Polri, dan Pemkab Tapteng," kata Bobby.
Selain meninjau normalisasi sungai, rombongan juga mengecek rehabilitasi PLTA Sipansipahoras yang terdampak banjir dan longsor.
PLTA tersebut kini telah kembali beroperasi normal.
Tindakan cepat dan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus memberikan model mitigasi bencana yang efisien dan berkelanjutan.*
(sp/ad)
Editor
: Raman Krisna
Tito Karnavian Puji Gubsu dan Bupati Tapteng, Ubah Lumpur Sungai Jadi Tanggul Penahan Banjir