Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (6/2). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (6/2).
Audiensi membahas capaian indikator sosial-ekonomiBali tahun 2025 serta persiapan Sensus Ekonomi 2026 sebagai basis perencanaan pembangunanBali ke depan.
Gubernur Koster menegaskan bahwa data statistik yang akurat harus menjadi rujukan utama dalam merancang program pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
"Data dari BPS ini sangat penting. Ini menjadi rujukan utama kita dalam merancang program pembangunanBali agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan krama Bali," ujarnya.
BPS Provinsi Bali mencatat perekonomian Bali sepanjang 2025 tumbuh 5,82 persen (c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Struktur perekonomian Bali masih didominasi sektor akomodasi dan makan minum, perdagangan, transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat 6,94 juta, melampaui kondisi sebelum pandemi, sementara wisatawan nusantara mencapai lebih dari 26,6 juta perjalanan.
Tingkat kemiskinan di Bali pada September 2025 tercatat 3,42 persen, terendah sejak 1996, dengan jumlah penduduk miskin sekitar 160,09 ribu orang.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 1,45 persen, juga menjadi yang terendah di Indonesia.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali mencapai 80,53, menempatkan Bali di peringkat kelima nasional.
Gubernur Koster menginstruksikan perangkat daerah untuk menggunakan data BPS sebagai dasar kebijakan pembangunan.