Natalius Pigai: Upaya Menghapus Program Pemerintahan Presiden Prabowo Adalah Penolakan terhadap HAM
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa setiap upaya untuk menghapus programprogram pemerintahan Presid
NASIONAL
BANDUNG — Penutupan Kebun Binatang Bandung memicu perdebatan publik terkait dasar hukum dan proporsionalitas langkah Pemerintah Kota Bandung.
Sengketa yang awalnya dipahami sebagai persoalan perdata kini bergeser ke ranah pidana korupsi, menimbulkan perhatian kalangan pengamat hukum.
Radhar Tribaskoro, pengamat hukum dan Ketua Komite Kajian Ilmiah Forum Tanah Air, menyoroti sejarah panjang kebun binatang ini yang berdiri sejak 1933. Menurutnya, kebun binatang bukan sekadar sarana rekreasi, tetapi bagian dari sejarah Kota Bandung.Baca Juga:
"Sejak awal pengelolaan berada di tangan yayasan yang terkait dengan keluarga Rd. Ema Bratakusuma, namun Pemkot menyatakan lahan tersebut aset daerah dengan dokumen jual beli sejak 1920 atas 13 persil tanah," kata Radhar, Jumat (20/2/2026).
Yayasan menolak klaim tersebut karena dokumen yang ditunjukkan dianggap hanya fotokopi dan tidak relevan.
Perbedaan Tafsir Perjanjian
Radhar menambahkan, perjanjian antara Pemkot dan yayasan sejak 1970-an yang diperbarui 1989 dan 1998, menimbulkan tafsir berbeda. Pemkot menilai sebagai hak pakai atau sewa, sedangkan yayasan menilai dokumen tersebut tidak melepaskan kepemilikan. "Perbedaan tafsir atas dokumen inilah simpul utama konflik," ujarnya.
Bergeser ke Ranah Pidana
Sengketa makin kompleks ketika masuk ke ranah pidana korupsi. Pemkot menilai yayasan tetap menggunakan lahan tanpa izin aktif sehingga muncul klaim tunggakan sewa dan pajak sebagai kerugian negara. Menurut Radhar, perpindahan dari wanprestasi kontraktual ke tindak pidana korupsi memerlukan pembuktian unsur niat jahat (mens rea).
Dampak Sosial dan Nasib Pekerja
Penutupan kebun binatang berdampak langsung pada sekitar 128 pekerja, termasuk dokter hewan dan perawat satwa. "Ketika kebun ditutup, pemasukan berhenti, sementara kewajiban merawat satwa tetap berjalan," kata Radhar. Pencabutan izin konservasi oleh Kementerian Kehutanan menambah tekanan administratif dan operasional yayasan.
Pentingnya Kehati-hatian
Radhar menekankan perlunya kehati-hatian dalam setiap kebijakan publik. Penyelesaian sengketa sebaiknya dilakukan melalui mediasi yang adil dan transparan, sebelum mengambil langkah ekstrem seperti penutupan total. "Yang dipertaruhkan bukan sekadar tanah, tetapi memori kolektif warga Bandung yang hidup hampir satu abad," pungkasnya.*
(dh)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa setiap upaya untuk menghapus programprogram pemerintahan Presid
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan terkait teror yang dialami oleh Ketua Badan Eksekutif M
NASIONAL
DENPASAR Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Bali berlangsung meriah dan penuh makna. Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadir
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan akan ada pembicaraan lanjutan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) s
EKONOMI
JAKARTA Banyak yang menganggap bermain game saat bulan Ramadhan adalah hal yang sepele dan tidak berpengaruh terhadap ibadah puasa. Namu
AGAMA
JAKARTA Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengusulkan agar pemerintah segera menghentikan penye
EKONOMI
JAKSEL Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Pangkormar Letjen
NASIONAL
JAKARTA Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), I Dewa Gede Palguna, dilaporkan oleh Forum Mahasiswa Indonesia (FORMASI) te
POLITIK
HUMBAHAS Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bersama lintas sektor melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musre
PEMERINTAHAN
WASHINGTON, DC Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, tampak sumringah saat menerima jersey Reece James, kapten Chelsea, langsung dari ta
POLITIK