Buruan Klaim! Saldo DANA Gratis Rp112 Ribu dari DANA Kaget Ramadan
JAKARTA Menjelang Ramadan, fitur DANA Kaget dari DANA Indonesia kembali ramai dibagikan di media sosial. Sejumlah tautan yang beredar me
EKONOMI
MEDAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara merilis angka kemiskinan berdasarkan publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara periode September 2025.
Data ini menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi pembangunan daerah.
Kepala Bidang Statistik Sektoral Kominfo Sumut, Ika Hardina, mengatakan statistik kemiskinan diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni Maret dan September.Baca Juga:
"Sebagai wali data, kami menyampaikan statistik kemiskinan berdasarkan rilis resmi BPS Sumatera Utara. Data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan daerah," ujarnya di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan rilis September 2025, jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara tercatat 1.280.000 jiwa dari total 15.785.000 penduduk.
Secara absolut, jumlah tersebut termasuk besar secara nasional.
Namun, menurut Ika, angka itu linear dengan posisi Sumut sebagai provinsi berpenduduk terbesar keempat di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Dari sisi persentase, tingkat kemiskinan Sumut berada di angka 7,24 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,25 persen.
Secara peringkat, Sumatera Utara menempati posisi ke-17 terendah dari 38 provinsi.
Meski berada di bawah rata-rata nasional, tren tahunan menunjukkan kenaikan tipis.
Pada September 2024, tingkat kemiskinan tercatat 7,19 persen, kemudian meningkat menjadi 7,24 persen pada September 2025.
"Kami berharap pada rilis Maret 2026 nanti ada penurunan yang lebih signifikan. Data ini menjadi evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Ika.
Di tingkat kabupaten/kota, Kota Medan mencatat jumlah penduduk miskin terbanyak, disusul Langkat, Deliserdang, dan Simalungun.
Sementara itu, wilayah dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit antara lain Pakpak Bharat, Sibolga, Samosir, Toba, dan Padang Sidempuan.
Jika dilihat dari persentase, angka kemiskinan tertinggi berada di kawasan kepulauan dan pesisir seperti Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan, Gunungsitoli, dan Tapanuli Tengah.
Adapun persentase terendah tercatat di Serdang Bedagai, Padang Sidempuan, dan Tapanuli Selatan.
Ika menegaskan, statistik kemiskinan tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sosial masyarakat, tetapi tetap menjadi pijakan utama dalam merumuskan kebijakan.
Ke depan, pemerintah daerah akan memperkuat sinergi lintas perangkat daerah, khususnya dengan Dinas Sosial, serta mendorong penguatan sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan untuk menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.*
(sp/ad)
JAKARTA Menjelang Ramadan, fitur DANA Kaget dari DANA Indonesia kembali ramai dibagikan di media sosial. Sejumlah tautan yang beredar me
EKONOMI
NIAS SELATAN Anggota Komite I DPD RI, Penrad Siagian, mendesak penghentian segera aktivitas PT Gunung Raya Utama Timber Industries (PT G
NASIONAL
DENPASAR Dekranasda Provinsi Bali kembali menghadirkan panggung kreasi lokal melalui pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) ke2
EKONOMI
ARGENTINA Maret 2016 menjadi saksi perjuangan manusia melawan ego di ketinggian Andes. Tim Ekspedisi Indonesia Raya, yang membawa misi m
OLAHRAGA
TAPANULI SELATAN, SUMUT Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Informasi Rakyat Tapanuli Bagian Selatan (DPD LiRa Tabagsel) resmi melaporkan Din
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANGSIDIMPUAN Pemerintah Kota Padangsidimpuan melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Budiman Bayu Prasojo, terkait duga
HUKUM DAN KRIMINAL
BATUBARA Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kinerja Guru Sertifikasi pada Satuan Pend
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dua ibu terdakwa kasus berbeda bersimpuh di hadapan Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, usai rapat dengar pendapat umum di Gedun
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan alasan kunjungan Jaksa Agung Republik In
PEMERINTAHAN