BREAKING NEWS
Sabtu, 07 Maret 2026

Atasi Macet dan Emisi Kendaraan, BRT Medan-Binjai-Deliserdang Bakal Gunakan Bus Listrik! Target Operasional 2026

Abyadi Siregar - Jumat, 06 Maret 2026 17:08 WIB
Atasi Macet dan Emisi Kendaraan, BRT Medan-Binjai-Deliserdang Bakal Gunakan Bus Listrik! Target Operasional 2026
Sekretaris Dishub Sumut, Rochani Litiloly, dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/3/2026). (foto: Diskominfo Provsu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) direncanakan mulai beroperasi pada tahun ini.

Moda transportasi massal tersebut akan menggunakan bus listrik hasil kerja sama dengan Tiongkok.

Tahap awal operasional BRT akan difasilitasi di 12 koridor, dengan 10 koridor berada di wilayah Kota Medan dan dua koridor lainnya di kawasan Mebidang.

Baca Juga:

Kedua koridor Mebidang, yaitu BinjaiMedan–Carrefour dan Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi, dikelola Pemprov Sumut bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Rochani Litiloly, optimistis kehadiran BRT dapat membantu mengurangi persoalan transportasi di kawasan Mebidang.

"Ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan penggunaan kendaraan pribadi karena di daerah kita penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat. Itu karena transportasi umumnya masih minim, mudah-mudahan bisa kita nikmati tahun ini," ujar Rochani dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/3/2026).

Rochani menjelaskan, pemerintah saat ini masih merumuskan secara detail kebutuhan jumlah bus serta pembangunan depo pengisian bus listrik.

Proses pemesanan bus diperkirakan memerlukan waktu sekitar lima bulan setelah kontrak selesai.

"Masih dalam proses, dan demandnya masih terus berubah, misalnya dari 17 koridor menjadi 14 kemudian 12. Itu akan menentukan jumlah bus dan depo yang kita butuhkan. Setelah kontrak selesai, kita masih menunggu paling tidak lima bulan untuk pemesanan bus listriknya karena bus ini build up," kata Rochani.

Sistem BRT yang diterapkan akan mengadopsi konsep mirip Jaklingko di Jakarta.

Tenaga Ahli Dishub Sumut, Darwin Purba, menambahkan, angkutan kota yang ada akan berperan sebagai feeder atau pengumpan menuju jalur BRT, sehingga seluruh sistem transportasi dapat terintegrasi.

"BRT dia punya jalur khusus sendiri, seperti Transjakarta, jadi dia akan lebih cepat. Kemudian kita juga berupaya agar angkot yang ada menjadi feeder untuk BRT, sehingga semua terintegrasi," ujar Darwin.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Buruan Daftar! Pemprov Sumut Siapkan 5.500 Kursi Mudik Gratis Idulfitri 1447 H/2026
Pemprov Sumut Dukung Sensus Ekonomi 2026, Targetkan Data Akurat untuk Perencanaan Pembangunan
Istri Wakil Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial Selama Ramadan
Laporan Kasus Dugaan Pemerasan oleh Oknum Polisi Mandek Sejak Agustus 2025, Polda Sumut Dinilai Lamban
Safari Ramadan Pemko Medan di Masjid At Tawwabin, Wakil Wali Kota Zakiyuddin Serahkan Bantuan dan Santunan Anak Yatim
Pemko Medan Salurkan Bantuan Masjid dan Santunan Anak Yatim Piatu Saat Safari Ramadan di Medan Maimun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru