Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkirakan total sampah yang dihasilkan selama mudik bisa mencapai sekitar 71.960 ton.
Prediksi ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat pada Lebaran tahun ini. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 143,91 juta orang.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal pengangkutan, tetapi juga pemilahan sejak awal agar penanganannya lebih efektif.
"Kalau idealnya penanganan sampah di terminal memang harus memiliki fasilitas, namun demikian karena sampahnya sedikit, yang tidak kalah penting adalah pemilihannya," ujarnya, Senin (16/3).
KLH/BPLH mendorong pengelola fasilitas publik, termasuk terminal, stasiun, pelabuhan, dan rest area, untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, mulai dari penyediaan tempat sampah terpilah, pengangkutan rutin, hingga edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, kementerian mendorong seluruh fasilitas transportasi untuk melengkapi dokumen lingkungan sebagai bagian dari tata kelola yang lebih baik.
Program Mudik Minim Sampah diharapkan dapat membuat perjalanan mudik tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga ramah lingkungan.
"Melalui gerakan ini, kita ingin memastikan semua fasilitas transportasi mampu mengelola sampah dengan tertib dan terstruktur. Tidak hanya demi kebersihan, tapi juga kelestarian lingkungan," tambah Hanif.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap lonjakan sampah selama mudik dapat diminimalkan dan dikelola secara lebih efisien, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan.*
(mt/dh)
Editor
: Dharma
Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Picu 72 Ribu Ton Sampah, Pemerintah Imbau Terminal dan Stasiun Siaga