BREAKING NEWS
Rabu, 01 April 2026

Medan Siap Wujudkan Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Butuh Rp1,7 Triliun

Abyadi Siregar - Rabu, 01 April 2026 19:23 WIB
Medan Siap Wujudkan Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Butuh Rp1,7 Triliun
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (1/4/2026). (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan penanganan sampah menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Pernyataan ini disampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (1/4/2026).

Turut mendampingi, antara lain Asisten Ekbang Setdako Medan Citra Effendi Capah, Kepala Bappeda Ferry Ichsan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, dan Kadis Perkimcikataru John Ester Lase.

Baca Juga:

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, memimpin rombongan anggota dewan yang hadir.

Dalam sambutannya, Rico Waas menjelaskan kompleksitas pengelolaan sampah di Kota Medan dengan luas wilayah 265 kilometer persegi dan populasi yang mencapai 2,5 juta jiwa pada malam hari, meningkat hingga 4 juta jiwa saat siang hari.

Produksi sampah harian saat ini berkisar antara 1.300–1.500 ton, dan dapat meningkat drastis saat terjadi bencana, seperti banjir November lalu yang menembus 7.000 ton per hari.

Kota Medan saat ini hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yaitu TPA Terjun seluas 14 hektare, dengan sisa lahan hanya 2–3 hektare.

Jika tidak segera diatasi, diperkirakan TPA akan overload pada 2029.

Sebagai langkah awal, Pemko mendorong gerakan kebersihan berbasis masyarakat, seperti program gotong royong rutin "Sapa Warga" setiap Minggu, serta "Gotong Royong Raya" melibatkan 3.000 personel dari 21 kecamatan.

Selain itu, Kota Medan terpilih sebagai salah satu dari 10 kota di Indonesia yang mendapat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), dengan lahan sekitar 5 hektare disiapkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah sekaligus pembangkit listrik yang akan menjual energi ke PLN.

"Pembangunan fasilitas ini membutuhkan biaya besar, sekitar Rp1,7 triliun, sehingga dukungan pemerintah pusat sangat kami harapkan," ujar Rico Waas.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menekankan bahwa persoalan sampah juga menjadi tantangan besar di Jakarta, meski didukung anggaran besar.

Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan komprehensif dari hulu ke hilir, dengan tantangan terbesar pada perubahan perilaku masyarakat.

Rico Waas berharap kunjungan ini dapat memperkuat sinergi antar daerah dalam mencari solusi atas persoalan lingkungan.

"Komunikasi dan kolaborasi antar daerah sangat penting, karena tujuan kita sama: memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," pungkasnya.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Amsal Sitepu Divonis Bebas, Ini Kata Kejari Karo
Dubes Iran Puji Jokowi: Sosok Pemimpin yang Sukses Bawa Kemajuan Bagi Indonesia
Menaker Yassierli Imbau Perusahaan Terapkan WFH Sehari Sepekan
Prabowo Subianto Saksikan 10 MoU Indonesia–Korea Selatan, Perkuat Kemitraan Strategis
Eks Kadis PUPR Sumut Topan Ginting Divonis 5,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jalan
TP PKK Medan Dorong Deteksi Dini Kanker Payudara, Libatkan Kader hingga Podcast Edukasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru