BREAKING NEWS
Jumat, 12 Juni 2026

Momentum HDSD 2026, Pemprov Sumut Ajak Hapus Stigma Down Syndrome: Bukan Dikasihani, Tapi Diberi Kesempatan

Abyadi Siregar - Minggu, 19 April 2026 12:14 WIB
Momentum HDSD 2026, Pemprov Sumut Ajak Hapus Stigma Down Syndrome: Bukan Dikasihani, Tapi Diberi Kesempatan
Peringatan Hari Down Syndrome Dunia 2026 yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Sabtu, 18 April 2026. (foot: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengajak masyarakat menghapus stigma dan diskriminasi terhadap anak dengan down syndrome dalam peringatan Hari Down Syndrome Dunia 2026 yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Sabtu, 18 April 2026.

Staf Ahli I Tim Penggerak PKK Sumut, Titiek Sugiharti, mengatakan anak dengan down syndrome memiliki potensi yang sama untuk berkembang jika mendapat dukungan yang tepat.

"Anak-anak dengan down syndrome adalah anugerah yang memiliki potensi luar biasa. Mereka membutuhkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan belajar," kata Titiek dalam sambutannya.

Baca Juga:

Menurut dia, upaya menciptakan lingkungan inklusif tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat.

PKK, kata dia, terus mendorong penguatan peran keluarga dalam pengasuhan, stimulasi, serta akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

"Kita ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sentra Bahagia Kementerian Sosial, Teguh Supriono, menilai peringatan ini harus menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menekankan pentingnya aksi nyata dalam pendampingan anak dan keluarga.

"Anak-anak down syndrome memiliki hak yang sama untuk belajar, bermain, dan berkarya. Mereka tidak untuk dikasihani, tetapi diberi kesempatan," kata Teguh.

Ia juga mengakui keterbatasan fasilitas yang dimiliki Sentra Bahagia saat ini, namun berharap ke depan jangkauan layanan dapat diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas P3AKB Sumut Dwi Endah Purwanti serta Ketua Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome Umi Idayanti.

Peringatan ini juga diisi dengan penampilan anak-anak down syndrome, mulai dari bermain musik djembe, pembacaan puisi, hingga bernyanyi.

Penampilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa mereka memiliki bakat dan kemampuan yang perlu didukung.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Malang Lantik Anaknya Jadi Kepala Dinas, Hasto: Tidak Elok dan Abaikan Meritokrasi
Prabowo Sebut Ketua DPRD Se-Indonesia sebagai Patriot
Prabowo Evaluasi MBG, Wakil Ketua MPR: Harus Fokus ke yang Membutuhkan
Wagub Fadhlullah Turun Tangan, Konflik APBK Aceh Singkil Akhirnya Tuntas
Pemerintah Tetapkan Kriteria Penerima Program Bedah Rumah BSPS, Ini Syarat Lengkapnya
Bansos hingga UHC, Pemko Medan Perkuat Perlindungan Pekerja Ojol
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru