Wali Kota Padangsidimpuan Kunjungi BGN Perkuat Program MBG, Fokus Tekan Angka Stunting
PADANGSIDIMPUAN Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, melakukan kunjungan ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jak
PEMERINTAHAN
JAKARTA –Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Yasonna H. Laoly, menyampaikan keprihatinannya mengenai praktik “titipan” undang-undang (UU) dari pemerintah era sebelumnya kepada DPR. Dalam rapat dengan Kementerian Hukum, Yasonna menekankan pentingnya proses pembahasan undang-undang yang lebih mendalam dan tidak terburu-buru.
“Selama saya berkiprah di pemerintahan, saya melihat bahwa ada kalanya terjadi kejar tayang dalam pembahasan undang-undang. Kami berharap praktik seperti ini tidak terulang di periode pemerintahan selanjutnya,” ujar Yasonna dalam rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Yasonna, yang pernah menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM, menjelaskan bahwa pembahasan undang-undang seharusnya melibatkan diskusi yang panjang dan mendalam, terutama dengan keberadaan delapan fraksi di DPR saat ini. “Di DPR, biasanya prosesnya panjang, apalagi dengan jumlah fraksi yang banyak. Namun, terkadang proses tersebut lebih sulit dilakukan dalam internal pemerintah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Yasonna juga menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian gugatan dari Partai Buruh terkait UU Cipta Kerja. Ia berharap agar pembahasan undang-undang ke depan bisa lebih komprehensif dan mendalam, bukan sekadar revisi cepat.
Menanggapi pernyataan Yasonna, Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk mempercepat pembentukan undang-undang secara sembarangan. “Pemerintah tidak ingin proses ini dilakukan secara terburu-buru. Justru, kami mendorong agar semua pihak memahami pentingnya pembahasan yang matang,” ungkap Supratman kepada wartawan.
Supratman juga membantah adanya praktik titip-menitip undang-undang di dalam proses legislasi. “Kami tidak memiliki agenda untuk menitipkan pembahasan undang-undang. Proses ini sepenuhnya berada di tangan DPR,” tegasnya.
Dengan harapan untuk meningkatkan kualitas legislasi, Yasonna dan Supratman sepakat bahwa sinergi antara pemerintah dan DPR sangat penting dalam pembahasan undang-undang di masa mendatang.
(N/014)
PADANGSIDIMPUAN Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, melakukan kunjungan ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jak
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menekankan pentingnya ketersediaan data statistik yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai
PEMERINTAHAN
BINJAI Kepala Kepolisian Resor Polres Binjai, Mirzal Maulana, menggelar kegiatan buka puasa bersama para pejabat utama (PJU) di lingkung
NASIONAL
JAKARTA Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menanggapi kritik sejumlah pihak terkait kebijakan status siaga
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih kepala daerah pada Pemilihan Kepala D
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah mulai memanfaatkan berbagai inovasi teknologi dari perguruan tinggi
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Rapat Paripurna DPR RI ke16 masa sidang IV 20252026 pada Kamis (12/3/2026), menetapkan tiga Rancangan UndangUndang (RUU) menj
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan wilayah Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera set
NASIONAL
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyambut positif inisiatif Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) terkait penguatan peran pers
NASIONAL
JAKARTA DPR RI mengesahkan lima calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Rapat Paripurna yang digelar di Komple
EKONOMI