BREAKING NEWS
Jumat, 24 April 2026

3.800 Personel Disiagakan Hadapi Gangguan Keamanan Lewat Simulasi TFG Sispamkota, Wakil Wali Kota Medan: Jangan Setelah Terjadi Baru Kita Bertindak

Abyadi Siregar - Jumat, 24 April 2026 07:25 WIB
3.800 Personel Disiagakan Hadapi Gangguan Keamanan Lewat Simulasi TFG Sispamkota, Wakil Wali Kota Medan: Jangan Setelah Terjadi Baru Kita Bertindak
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap saat menghadiri Tactical Floor Game (TFG) Sispamkota yang digelar Polrestabes Medan, Kamis, 23 April 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di Kota Medan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Tactical Floor Game (TFG) Sispamkota yang digelar Polrestabes Medan, Kamis, 23 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dhira Brata Satuan Brimob Polda Sumatera Utara tersebut menjadi simulasi strategis untuk menguji kesiapan aparat serta instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Medan.

Baca Juga:

Didampingi Kasatpol PP Kota Medan M. Yunus dan Kepala Dinas Perhubungan Irsan Idris Nasution, Zakiyuddin mengatakan pengamanan kota tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.

Menurut dia, diperlukan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari institusi pendidikan, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas kesehatan.

"Kalau terjadi situasi tidak terkendali, biasanya objek seperti mal menjadi sasaran. Karena itu, semua pihak harus siap, termasuk rumah sakit untuk penanganan korban," kata Zakiyuddin.

Ia juga menyoroti pentingnya latihan bersama dan simulasi berkelanjutan guna memperkuat koordinasi lintas instansi.

Selain itu, perhatian terhadap jalur akses menuju titik aksi dinilai krusial, mengingat potensi pergerakan massa yang mencari celah masuk meski telah dilakukan pembatasan.

"Simulasi ini penting agar kita siap sebelum kejadian. Jangan setelah terjadi baru kita bertindak," ujarnya.

Zakiyuddin turut mengingatkan peran media sosial dalam memobilisasi massa secara cepat.

Karena itu, strategi komunikasi dan pengendalian informasi dinilai perlu diperkuat untuk mencegah eskalasi situasi.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pengamanan difokuskan pada sejumlah objek vital, antara lain Kantor DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Medan, Kantor Gubernur Sumatera Utara, dan Kantor Wali Kota Medan.

Sebanyak 3.800 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemerintah Kota Medan disiagakan di berbagai titik strategis.

Kepolisian juga menyiapkan tim penyekat di pintu masuk kota, seperti Terminal Amplas dan Pinang Baris, untuk mengantisipasi pergerakan massa dari luar daerah.

"Langkah ini penting karena Medan berbatasan langsung dengan Deli Serdang, Binjai, dan Tanah Karo. Pergerakan massa dari luar kota harus bisa dikendalikan," kata Jean.

Selain itu, aparat membentuk tim penegakan hukum dan memantau potensi penggerak aksi, termasuk melalui media sosial.

Meski demikian, kepolisian memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap dijamin selama berlangsung tertib.

"Kami tetap melayani penyampaian aspirasi, tetapi harus sesuai aturan," ujarnya.

Melalui simulasi Sispamkota ini, pemerintah dan aparat keamanan berharap kesiapan dalam menjaga kondusivitas Kota Medan semakin meningkat, sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung aman dan tertib.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Karya Jurnalistik Dinilai Rawan Dibajak di Era Digital, PWI Dorong Aturan Lebih Kuat di UU Hak Cipta
54 Cek Palsu Lolos di Bank Mandiri, Kasir PT TSI Didakwa Bobol Dana Perusahaan Rp123,2 Miliar
MNC Asia Holding Ajukan Banding atas Putusan PN Jakarta Pusat Terkait Gugatan CMNP
Edison Ginting Jadi Calon Tunggal Ketua PWPM Medan, Panitia Pastikan Tak Ada Penantang
Zainul Abdi Tak Maju di Pemilihan Ketua PWPM Medan, Dukung Edison Ginting dan Ajak Jaga Persatuan Wartawan
RUU Hak Cipta Dikebut, Pemerintah Ingin Aturan Baru Tuntas di 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru