BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Pemerintah Siapkan Insentif 100 Ribu Mobil Listrik Mulai Juni 2026, Dorong Ekonomi dan Tekan Konsumsi BBM

- Selasa, 05 Mei 2026 16:06 WIB
Pemerintah Siapkan Insentif 100 Ribu Mobil Listrik Mulai Juni 2026, Dorong Ekonomi dan Tekan Konsumsi BBM
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui dalam media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026). (Foto: KOMPAS/DEBRINATA RIZKY)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Pemerintah akan memperluas program insentif kendaraan listrik dengan menyasar mobil listrik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, tahap awal pemerintah menyiapkan kuota insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik.

Purbaya menegaskan, jumlah tersebut tidak bersifat final dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan pasar.

"Untuk mobil listrik, akan kita kasih 100 ribu unit. Kalau habis, kita tambah lagi," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:

Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi pemerintah bersama Agus Gumiwang Kartasasmita guna memperkuat sektor manufaktur sekaligus menjaga daya tahan ekonomi nasional.

Terkait skema dan besaran insentif, pemerintah masih merumuskannya melalui Kementerian Perindustrian. Mekanisme yang disiapkan disebut akan mirip dengan subsidi motor listrik yang sudah lebih dulu berjalan.

Untuk kendaraan roda dua, pemerintah menetapkan kuota awal 100 ribu unit dengan subsidi sebesar Rp5 juta per unit. Skema tersebut kemungkinan menjadi acuan dalam pemberian insentif mobil listrik.

Pemerintah menargetkan kebijakan ini mulai berlaku pada awal Juni 2026. Selain mendorong konsumsi, program ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).

"Dengan mendorong kendaraan listrik, kita bisa menekan konsumsi BBM sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menggerakkan sektor swasta agar ikut menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Dukungan pendanaan murah direncanakan diberikan kepada sejumlah industri, termasuk tekstil dan alas kaki, guna mendorong peremajaan mesin produksi.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat, terutama pada paruh kedua tahun 2026.*

(oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPR Nilai Aksi Danantara di Aplikator Ojol Dongkrak Ekonomi Driver, Porsi Pendapatan Naik hingga 92 Persen
Di Balik Lancarnya Pasokan Energi, Kapal Laut Jadi Urat Nadi Distribusi BBM dan LPG di Indonesia
Bahlil Usul Pajak Kendaraan BBM Lebih Mahal dari Mobil Listrik, Ini Alasannya
Vivo Naikkan Harga Diesel Primus Plus Jadi Rp30.890 per Liter!
Harga Pertamax Turbo 2 Mei 2026 Masih Stabil, Ini Daftar Lengkap Tarif di Seluruh Indonesia
Seluruh Dunia Panik Akibat Krisis, Prabowo: Indonesia Aman, Kita Swasembada Pangan dan Energi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru