Ahli Gizi Ungkap Rahasia Kenyang Lebih Lama Tanpa Sering Ngemil: Kombinasi Protein dan Serat
MEDAN Rasa lapar yang cepat muncul setelah makan dapat membuat seseorang lebih sering ngemil atau makan dalam porsi berlebihan. Untuk memb
KESEHATAN
MEDAN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Sulaiman Harahap meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota penerima Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Tahun 2026 untuk segera mempercepat proses pergeseran anggaran, tender, dan lelang program yang telah disepakati bersama.
Percepatan tersebut dinilai penting guna mendukung pelaksanaan program pembangunan prioritas daerah agar berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Sulaiman Harahap saat membuka Rapat Koordinasi Sinkronisasi Entry Data Dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Program Strategis Daerah (PSD), dan Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Sumut Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (18/6/2026).Baca Juga:
Dalam sambutannya, Sulaiman mengatakan Tahun Anggaran 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2025–2029. Pada periode tersebut, Pemprov Sumut terus mengakselerasi pembangunan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan 52 Program Strategis Daerah (PSD).
Menurutnya, seluruh program tersebut membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran dan sesuai target pembangunan daerah.
"Seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan yang harus didukung oleh pemerintah kabupaten/kota melalui pelaksanaan program secara tepat waktu dan tepat sasaran," ujar Sulaiman.
Berdasarkan data per 10 Juni 2026, dari total 29 kabupaten/kota penerima BKP, baru enam daerah yang telah menyelesaikan proses tender maupun lelang program.
Karena itu, Sulaiman mengingatkan agar pemerintah daerah segera menuntaskan berbagai tahapan administrasi yang masih berjalan. Ia juga menegaskan bahwa daerah yang mampu mempercepat pelaksanaan BKP Tahap I berpeluang lebih besar memperoleh alokasi BKP Tahap II pada tahun yang sama.
"Kami ingatkan, Bapak Gubernur sudah menyampaikan bahwa semakin cepat BKP Tahun 2026 Tahap I dilaksanakan, semakin besar peluang daerah tersebut memperoleh BKP Tahap II," katanya.
Sulaiman menilai percepatan realisasi program menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan daerah dan keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah.
Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait seperti BKAD, Bappeda/Bapperida, Bapenda, hingga OPD teknis mempercepat proses administrasi serta sinkronisasi data pelaksanaan program.
Selain percepatan pelaksanaan, Sulaiman juga menekankan pentingnya akurasi pengisian data yang menjadi dasar evaluasi dan pengambilan keputusan pemerintah provinsi.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi acuan dalam memantau progres pembangunan di daerah sekaligus pertimbangan dalam penyusunan APBD berikutnya.
"Melalui entry data, kami bisa mengetahui daerah yang sudah selesai, hampir selesai, maupun yang belum memulai. Data ini akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penganggaran APBD berikutnya, termasuk penyaluran BKP Tahap II," jelasnya.
Terkait mekanisme penyaluran dana, Sulaiman menyebut BKP akan dicairkan dalam dua tahap. Sebanyak 50 persen dana akan disalurkan pada tahap pertama, sedangkan sisanya akan dicairkan setelah pelaksanaan program menunjukkan progres sesuai kesepakatan.
Ia juga memberikan penegasan kepada seluruh pemerintah daerah agar tidak melakukan perubahan atau pengalihan terhadap program yang telah disepakati bersama saat pengajuan bantuan keuangan.
"Apa yang sudah kita sepakati tidak boleh dialihkan. Misalnya, jika yang disepakati adalah pembangunan jalan sepanjang lima kilometer, maka itulah yang harus dikerjakan. Tidak ada pengalihan program," tegasnya.
Menurut Sulaiman, kondisi keuangan Pemprov Sumut saat ini masih memungkinkan untuk terus memberikan dukungan kepada pemerintah kabupaten/kota melalui program BKP.
Karena itu, ia berharap seluruh daerah dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempercepat sinkronisasi data, menyelesaikan proses tender, dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai target demi mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.*
(dh)
MEDAN Rasa lapar yang cepat muncul setelah makan dapat membuat seseorang lebih sering ngemil atau makan dalam porsi berlebihan. Untuk memb
KESEHATAN
MEDAN Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Golkar, Dhody Thahir, ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Sumut dalam perkara
HUKUM DAN KRIMINAL
TOBA Dua mahasiswi tewas setelah sepeda motor yang mereka tumpangi ditabrak dua mobil di Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba
PERISTIWA
LUBUKPAKAM Sebanyak 38 siswa dari empat sekolah dasar di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, dilaporkan diduga mengalami keracunan s
PERISTIWA
TANJUNGBALAI Bripda SAS, anggota Polres Tanjungbalai, sedang menjalani pemeriksaan Propam setelah dipergoki warga berada di dalam sebuah m
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik tiga pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemp
PEMERINTAHAN
KISARAN Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTs Negeri 2 Kisaran mendapat sorotan DPR
KESEHATAN
SIDIKALANG Seorang warga Sidikalang, Kabupaten Dairi, Bornok Manurung (50), meninggal dunia setelah mengalami penurunan kesadaran saat mel
PERISTIWA
SIDIKALANG Kebakaran melanda kawasan padat permukiman di Jalan Tapanuli dan Jalan Pakpak, Kelurahan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Jumat (18
PERISTIWA
DELI SERDANG Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap seorang pemuda berinisial AO (25) yang diduga menjadi pengedar narkotika jenis sabu
HUKUM DAN KRIMINAL