BREAKING NEWS
Minggu, 28 Juni 2026

Pemkab Simalungun Gandeng UMKM Lokal Jadi Pemasok MBG, Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat

Azryn Marida - Minggu, 28 Juni 2026 15:07 WIB
Pemkab Simalungun Gandeng UMKM Lokal Jadi Pemasok MBG, Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat
Sekda Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, membuka kegiatan Business Marching Kemitraan antara SPPG dan pelaku UMKM dari Kota Pematangsiantar serta Kab. Simalungun, Jumat (26/6/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar memperkuat kemitraan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Business Matching Kemitraan SPPG dan UMKM yang digelar di Balai Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, yang hadir mewakili Bupati Simalungun.

Dalam sambutan tertulis Bupati Simalungun yang dibacakan Sekda, disebutkan bahwa forum tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, SPPG, pelaku UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga:

"Forum ini bertujuan mendukung ketahanan pangan daerah, mengendalikan laju inflasi, memberdayakan pelaku usaha, serta menjamin keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujarnya.


Sekda menjelaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan dinilai dapat dipenuhi oleh petani, peternak, koperasi, serta pelaku usaha lokal.

Karena itu, menurutnya, kemitraan yang kuat, transparan, dan berkelanjutan antara SPPG dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menyukseskan program tersebut.

Ia menambahkan Kabupaten Simalungun memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Berbagai komoditas unggulan dari daerah itu dinilai mampu memenuhi kebutuhan rantai pasok Program MBG.

"Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar manfaat ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat lokal," tegas Sekda.

Meski demikian, Sekda mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar, kesenjangan informasi, hingga belum optimalnya koordinasi antarpihak.

Oleh sebab itu, forum business matching diharapkan menjadi wadah untuk membangun komunikasi sekaligus menyepakati pola kerja sama yang saling menguntungkan.

Ia juga mengajak para pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk sesuai standar keamanan pangan.

Sementara itu, SPPG diharapkan memberikan ruang seluas-luasnya kepada pengusaha lokal untuk menjadi pemasok utama kebutuhan program MBG.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan, mendukung program nasional, sekaligus memperluas akses pasar bagi UMKM.

Menurut Ahmadi, inflasi Kota Pematangsiantar pada Mei 2026 tercatat sebesar 1,29 persen yang dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan komoditas pangan.

Untuk menjaga stabilitas tersebut, ia menilai diperlukan berbagai strategi, mulai dari diversifikasi menu, penguatan kemitraan langsung dengan produsen lokal, hingga penerapan sistem digital melalui aplikasi KEDAN MBG agar transaksi berlangsung lebih transparan.

"Dengan jumlah 79 unit SPPG di Simalungun dan 42 unit di Pematangsiantar dibutuhkan pasokan dalam skala besar setiap minggunya. Ini akan membuka peluang luas bagi pelaku usaha untuk berkembang dan naik kelas," ujarnya.

Ahmadi juga mengajak seluruh pihak menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat sinergi dalam mendukung Program MBG dan digitalisasi, serta menggerakkan ekonomi lokal guna mewujudkan kemandirian daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Provinsi Sumatera Utara, Donal Simanjuntak, turut memaparkan kebutuhan bahan pangan Program MBG serta mekanisme kemitraan antara SPPG dan UMKM.

Acara juga dihadiri Asisten Administrasi dan Umum Pemerintah Kota Pematangsiantar, Dedy Tunasto, yang mewakili Wali Kota Pematangsiantar.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, penyampaian mekanisme kerja sama, serta foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mau Kerja di Jepang? Kemenaker Buka Program Magang 3 Tahun Lengkap dengan Pelatihan Kaigo
Mulai Berlaku! ASN Tanjungbalai Dilarang Gunakan Vape, Terlibat Narkoba, dan Judol
Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Dirasakan Warga, Pedagang Sebut Pendapatan Naik hingga 50 Persen
Nobar Piala Dunia di CFD Kesawan, Rico Waas Ajak Warga Medan Semakin Gemar Berolahraga
Prabowo: Saya Butuh Jumpa dengan Orang-Orang Pintar
Prabowo: Kampus Harus Jadi Tempat Adu Gagasan, Bukan Arena Pertentangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru