Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia menambahkan, bencana juga menjadi ujian bagi kualitas kepemimpinan.
Dalam situasi darurat, masyarakat membutuhkan pemimpin yang hadir langsung di lapangan, bukan hanya memberikan arahan dari balik meja.
Bima juga menyoroti masih lemahnya perencanaan jangka panjang di banyak daerah.
Menurutnya, sebagian pemerintah daerah masih bersifat reaktif, yakni baru bergerak ketika bencana terjadi, bukan menyiapkan langkah mitigasi sejak awal.
Baca Juga:
Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat kerja sama dengan para ahli kebencanaan serta membangun budaya belajar dari pengalaman masa lalu agar penanganan bencana semakin efektif.
Menutup diskusi, seluruh narasumber sepakat bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun kota yang tangguh.
Melalui inovasi, literasi kebencanaan, serta semangat kolaborasi, anak muda diharapkan menjadi motor perubahan dalam menciptakan kota yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.