Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI XVIII, Rico Waas berharap forum tersebut mampu menghasilkan langkah-langkah nyata untuk menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan urbanisasi.
"Hari ini Rakernas APEKSI membawa tema 'Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat'. Kami mendorong seluruh kota yang ada di Indonesia bagaimana menciptakan ketangguhan secara ekonomi, fiskal, dan juga permasalahan ketahanan pangannya. Karena ini akan membawa efek kepada seluruh kita semua yang ada di Indonesia. Apabila ketahanan pangan kita baik, kota kita tangguh, ekonomi kita tangguh, kita akan bisa berjuang membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan," pungkas Rico Waas.
Dalam pidato utamanya yang bertajuk "Indonesia di Simpang Jalan Menuju 2045", Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa Indonesia sedang memasuki periode penting bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar tahun 2038–2040.
Menurut Bima Arya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menyediakan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau.
"Jika kota-kota di Indonesia gagal menyediakan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau, generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha tidak akan tumbuh menjadi manusia yang tangguh. Akibatnya, Indonesia akan sulit untuk menjadi negara maju," jelas Bima Arya.
Ia juga mendorong seluruh pemerintah daerah menerapkan konsep co-creation, yaitu melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kebijakan pangan.
"Semua harus dilibatkan mulai dari perencanaan, duduk bersama-sama. Itu yang namanya co-creation," tegas Bima Arya.
Dalam kesempatan itu, Bima Arya turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Medan dalam mendukung ketahanan pangan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Kota Medan menempati peringkat kedua secara nasional dalam komitmen alokasi APBD untuk sektor pangan di tingkat pemerintah kota.
Anggaran tersebut digunakan untuk memperlancar distribusi logistik, memperkuat cadangan pangan daerah, menggelar operasi pasar saat harga naik, serta memperkuat sinergi pembiayaan bersama Bulog dan BUMD pangan.
"Saya sangat mengapresiasi Kota Medan yang komitmen anggarannya nomor dua tertinggi. Ini bukti bahwa kepala daerahnya, meski masih muda dan berlatar belakang modern, memiliki kepedulian luar biasa terhadap urusan isi meja makan warganya," puji Bima Arya yang menilai Rico Waas sebagai pemimpin daerah yang visioner.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.