Nyaris Sepertiga Anggaran Pendidikan 2027 Rp820,9 Triliun Mengalir ke Program MBG
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RA
EKONOMI
MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keterbatasan lahan pertanian di kota besar tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah terhadap ancaman krisis pangan.
Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu menghadirkan solusi agar pasokan pangan tetap terjaga.
Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota Seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI XVIII Tahun 2026 di Hotel Grand Inna Medan, Senin, 29 Juni 2026.Baca Juga:
Forum tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, serta para kepala daerah dari berbagai kota di Indonesia.
Dalam sambutannya, Rico Waas mengakui Kota Medan bukan merupakan daerah penghasil pangan.
Karena itu, menurutnya, kerja sama dengan daerah sekitar menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Ia mencontohkan pengalaman saat harga cabai sempat melonjak dan berdampak terhadap inflasi daerah.
Untuk mengantisipasi kondisi serupa, Pemerintah Kota Medan memperkuat kerja sama dengan sejumlah daerah penyangga, seperti Kabupaten Karo, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
"Kuncinya adalah kolaborasi antardaerah untuk memastikan jalur distribusi pangan dari daerah penghasil masuk ke Medan tanpa hambatan," kata Rico Waas.
Selain memperkuat kerja sama distribusi pangan, Rico Waas mengatakan Pemerintah Kota Medan juga ingin mempelajari berbagai inovasi yang telah diterapkan kota lain, seperti Bandung, Depok, dan Surakarta, terutama dalam pengembangan smart farming dan urban farming.
Menurutnya, forum tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman dalam mencari solusi menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.
"Penting sekali untuk kita membuat strategi-strategi kreatif dari kota-kota kita. Karena kota ini sejatinya adalah hub dari ekonomi provinsinya ataupun kabupaten/kota sekitar. Kita tidak membuat produksi, tapi bisa jadi kita yang mengelola produksi dari yang lain," ujar Rico Waas.
Sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI XVIII, Rico Waas berharap forum tersebut mampu menghasilkan langkah-langkah nyata untuk menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan urbanisasi.
"Hari ini Rakernas APEKSI membawa tema 'Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat'. Kami mendorong seluruh kota yang ada di Indonesia bagaimana menciptakan ketangguhan secara ekonomi, fiskal, dan juga permasalahan ketahanan pangannya. Karena ini akan membawa efek kepada seluruh kita semua yang ada di Indonesia. Apabila ketahanan pangan kita baik, kota kita tangguh, ekonomi kita tangguh, kita akan bisa berjuang membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan," pungkas Rico Waas.
Dalam pidato utamanya yang bertajuk "Indonesia di Simpang Jalan Menuju 2045", Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa Indonesia sedang memasuki periode penting bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar tahun 2038–2040.
Menurut Bima Arya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menyediakan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau.
"Jika kota-kota di Indonesia gagal menyediakan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau, generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha tidak akan tumbuh menjadi manusia yang tangguh. Akibatnya, Indonesia akan sulit untuk menjadi negara maju," jelas Bima Arya.
Ia juga mendorong seluruh pemerintah daerah menerapkan konsep co-creation, yaitu melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kebijakan pangan.
"Semua harus dilibatkan mulai dari perencanaan, duduk bersama-sama. Itu yang namanya co-creation," tegas Bima Arya.
Dalam kesempatan itu, Bima Arya turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Medan dalam mendukung ketahanan pangan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Kota Medan menempati peringkat kedua secara nasional dalam komitmen alokasi APBD untuk sektor pangan di tingkat pemerintah kota.
Anggaran tersebut digunakan untuk memperlancar distribusi logistik, memperkuat cadangan pangan daerah, menggelar operasi pasar saat harga naik, serta memperkuat sinergi pembiayaan bersama Bulog dan BUMD pangan.
"Saya sangat mengapresiasi Kota Medan yang komitmen anggarannya nomor dua tertinggi. Ini bukti bahwa kepala daerahnya, meski masih muda dan berlatar belakang modern, memiliki kepedulian luar biasa terhadap urusan isi meja makan warganya," puji Bima Arya yang menilai Rico Waas sebagai pemimpin daerah yang visioner.* (ad)
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RA
EKONOMI
BANDA ACEH Polda Aceh bersama TNI menggelar apel kesiapan pengamanan peringatan Hari Damai Aceh 2026 di depan Masjid Raya Baiturrahman,
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh membagikan 6.000 bendera Merah Putih kepada masyarakat untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyaksikan penyampaian pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait R
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyaks
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menjelaskan rencana pembelajaran bahasa asing sejak kelas
NASIONAL
JAKARTA Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej mengungkapkan pemerintah tengah menyusun Rancangan U
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) P
PEMERINTAHAN
PESISIR SELATAN Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan permanen
NASIONAL
ACEH TAMIANG Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat koordinasi dengan Pemer
NASIONAL