BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

Rico Waas Ajak Kepala Daerah Wariskan Lingkungan Lestari, Bukan Kerusakan untuk Generasi Mendatang

Abyadi Siregar - Selasa, 30 Juni 2026 19:45 WIB
Rico Waas Ajak Kepala Daerah Wariskan Lingkungan Lestari, Bukan Kerusakan untuk Generasi Mendatang
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, saat membuka Forum Lingkungan Hidup dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang berlangsung di Grand Lotus Aryaduta, Medan, Selasa (30/6/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh pemerintah daerah di Indonesia menjadikan pelestarian lingkungan sebagai prioritas pembangunan. Menurutnya, kemajuan kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga lingkungan hidup untuk generasi mendatang.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka Forum Lingkungan Hidup dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang berlangsung di Grand Lotus Aryaduta, Medan, Selasa (30/6/2026).

Di hadapan para kepala daerah, kepala dinas lingkungan hidup, serta pegiat lingkungan dari berbagai kota di Indonesia, Rico menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar pembangunan kota dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Baca Juga:

"Jangan wariskan cerita sedih untuk anak cucu kita," ujar Rico Waas, mengutip pesan peraih Kalpataru 2024, Wibi Nugraha.

Menurut Rico, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga promosi investasi akan kehilangan makna apabila lingkungan hidup tidak dijaga dengan baik.

"Tidak akan ada kota yang bisa berkelanjutan apabila lingkungan hidupnya tidak terjaga," tegasnya.

Ia mengatakan setiap kepala daerah memiliki tanggung jawab meninggalkan warisan terbaik bagi masyarakat, bukan hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga lingkungan yang sehat, hijau, dan layak huni.

Karena itu, Forum Lingkungan Hidup APEKSI diharapkan menjadi wadah bertukar pengalaman dan inovasi antar daerah dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan.

"Medan perlu belajar dari kota lain, begitu juga kota lain mungkin bisa belajar dari Medan. Mari berbagi pengalaman dan praktik terbaik agar kota-kota di Indonesia semakin hijau dan berkelanjutan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rico juga memaparkan tantangan pengelolaan sampah di Kota Medan. Setiap hari, Kota Medan menghasilkan sekitar 1.500 hingga 1.700 ton sampah yang dipengaruhi jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa dan meningkat menjadi hampir 4 juta orang pada siang hari karena aktivitas ekonomi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Medan tengah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai dibangun pada akhir tahun 2026.

Menurut Rico, pengelolaan sampah harus dimulai dari pengurangan volume sampah sejak dari sumbernya sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas lingkungan.

Mengusung tema "Dari Komitmen ke Aksi: Tangguh untuk Mempercepat Penurunan Emisi di Indonesia", Rico mengajak seluruh peserta forum agar tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu menerjemahkan hasil pertemuan menjadi kebijakan yang nyata.

"Kita pulang ke daerah masing-masing harus membawa aksi nyata. Jangan hanya berdiskusi di forum ini, tetapi wujudkan komitmen menjadi program yang benar-benar dirasakan masyarakat," pesannya.

Forum Lingkungan Hidup secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim APEKSI, Illiza Sa'aduddin Djamal.

Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi Pemerintah Kota Medan sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI XVIII sekaligus penyelenggara Forum Lingkungan Hidup. Ia juga menilai kepemimpinan Rico Waas mulai membawa perubahan positif bagi Kota Medan.

"Saya melihat sudah mulai terasa perubahan di Kota Medan. Insyaallah ke depan Medan akan menjadi kota yang lebih tangguh, hijau, dan masyarakatnya semakin sejahtera," ujarnya.

Illiza menambahkan bahwa dampak perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan di berbagai daerah, mulai dari banjir, kekeringan, gelombang panas, hingga abrasi pantai. Karena itu, pemerintah daerah harus menjadi pelaku utama dalam menghadirkan kebijakan yang konkret untuk menjaga lingkungan.

Forum tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup Ari Sudijanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Elfi Marfianti, serta kepala dinas lingkungan hidup dan perwakilan pemerintah kota dari berbagai daerah di Indonesia.* (dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
RI Kunci Investasi Rp1,17 Triliun dari Inggris, Perkuat Manufaktur dan Transfer Teknologi
Prabowo Sambut Presiden Belarus di Istana 2 Juli, Kerja Sama Strategis Indonesia-Belarus Disiapkan
Zakiyuddin Ajak Pakar Perencana Susun Cetak Biru Kota Masa Depan di Forum Bakti Bappeda
Rico Waas: Jangan Wariskan Cerita Sedih, Kota Harus Tumbuh Tanpa Merusak Lingkungan
Banggakan Sumut! Penampilan Felicia Tuai Standing Ovation dan Lolos ke Top 5, HBB Ajak Masyarakat Batak Dukung Menuju Juara The Icon Indonesia
Harga Pangan Hari Ini 30 Juni 2026: Beras, Cabai, Daging Sapi hingga Telur Kompak Turun, Bawang Putih Justru Naik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru