BREAKING NEWS
Selasa, 30 Juni 2026

RI Kunci Investasi Rp1,17 Triliun dari Inggris, Perkuat Manufaktur dan Transfer Teknologi

Nurul - Selasa, 30 Juni 2026 17:45 WIB
RI Kunci Investasi Rp1,17 Triliun dari Inggris, Perkuat Manufaktur dan Transfer Teknologi
ilustrasi - Indonesia dan Inggris resmi memperkuat kemitraan ekonomi melalui penandatanganan kerja sama manufaktur senilai sekitar 50 juta poundsterling atau setara Rp1,17 triliun. (Foto: Sumber: www.unsplash.com.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Indonesia dan Inggris resmi memperkuat kemitraan ekonomi melalui penandatanganan kerja sama manufaktur senilai sekitar 50 juta poundsterling atau setara Rp1,17 triliun. Kesepakatan tersebut diharapkan mampu mendorong investasi, transfer teknologi, serta pengembangan industri bernilai tambah dan berkelanjutan di Indonesia.

Kerja sama itu diwujudkan melalui penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) antara PT Wiraraja Indonesia dan Polythene UK Ltd. Penandatanganan menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi bilateral kedua negara, khususnya di sektor manufaktur berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut merupakan hasil dari rangkaian kunjungan bisnis PT Wiraraja Indonesia ke Britania Raya sejak 23 Juni 2026. Dalam kunjungan itu, perusahaan melakukan sejumlah pertemuan dengan pelaku industri manufaktur untuk menjajaki peluang investasi dan kemitraan strategis di Indonesia.

Baca Juga:

Proses penjajakan hingga penandatanganan kerja sama difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bersama Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sebagai bagian dari upaya memperkuat arus investasi antara Indonesia dan Inggris.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya, Irlandia, dan IMO, Desra Percaya, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan antara pelaku usaha Indonesia dan Inggris.

"Penandatanganan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan antara pelaku usaha Indonesia dan Inggris serta komitmen bersama untuk membangun kemitraan jangka panjang yang memberikan nilai tambah bagi kedua negara," ujar Desra dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Kerja sama ini juga menjadi implementasi nyata dari UK-Indonesia New Strategic Partnership yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Melalui kolaborasi sektor swasta tersebut, kedua negara menargetkan penguatan rantai pasok industri, percepatan transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja baru, hingga pengembangan industri manufaktur yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia pun menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi kemitraan bisnis dengan Britania Raya guna memperluas peluang investasi di sektor-sektor prioritas sekaligus mempererat hubungan ekonomi kedua negara dalam jangka panjang.* (d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Sambut Presiden Belarus di Istana 2 Juli, Kerja Sama Strategis Indonesia-Belarus Disiapkan
Zakiyuddin Ajak Pakar Perencana Susun Cetak Biru Kota Masa Depan di Forum Bakti Bappeda
Banggakan Sumut! Penampilan Felicia Tuai Standing Ovation dan Lolos ke Top 5, HBB Ajak Masyarakat Batak Dukung Menuju Juara The Icon Indonesia
Harga Pangan Hari Ini 30 Juni 2026: Beras, Cabai, Daging Sapi hingga Telur Kompak Turun, Bawang Putih Justru Naik
Spirit Soekarno dalam Hikayat Politik Jokowi
Wapres Gibran Keliling Indonesia Timur, Istana: Presiden Prabowo Mengetahui Seluruh Agenda
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru