BREAKING NEWS
Senin, 06 Juli 2026

Rico Waas Resmikan Mata Deli, 200 CCTV Awasi Titik Rawan Kriminal dan Siap Jadi Percontohan Kota Medan

Abyadi Siregar - Senin, 06 Juli 2026 07:58 WIB
Rico Waas Resmikan Mata Deli, 200 CCTV Awasi Titik Rawan Kriminal dan Siap Jadi Percontohan Kota Medan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, di halaman Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna, Minggu (5/7/2026). (Foto: Dinas Kominfo Kota Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi meluncurkan program Monitoring Aman Terpadu Medan Deli (Mata Deli) sebagai inovasi penguatan sistem keamanan berbasis kamera pengawas (CCTV). Program tersebut menghadirkan sebanyak 200 unit CCTV yang dipasang di berbagai titik rawan kriminalitas hingga gang-gang permukiman di Kecamatan Medan Deli.

Peluncuran program berlangsung di halaman Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna, Minggu (5/7/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane, Camat Medan Deli Aidiel Putra Pratama, serta sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat.

Rico Waas memberikan apresiasi terhadap inovasi yang digagas Kecamatan Medan Deli tersebut. Menurutnya, keberadaan Mata Deli menjadi langkah nyata memperkuat sistem pengawasan keamanan lingkungan dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Baca Juga:

"Launching program Mata Deli merupakan gerakan bersama stakeholder untuk menghadirkan CCTV di daerah-daerah yang dianggap rawan. Saat ini sudah terpasang sekitar 200 titik di Medan Deli, termasuk di gang-gang permukiman, pos kamling, dan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi," ujar Rico Waas.

Ia menilai sistem pengawasan berbasis CCTV akan mempermudah pemantauan keamanan di tingkat kecamatan sekaligus membantu upaya pencegahan tindak kriminal.

Menurut Rico, Pemerintah Kota Medan menargetkan inovasi Mata Deli dapat diterapkan secara bertahap di kecamatan lain sehingga sistem pengawasan keamanan di seluruh wilayah Kota Medan menjadi lebih terintegrasi.

"Harapannya program ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lainnya agar pemantauan keamanan semakin baik, lebih komprehensif, dan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat," katanya.

Rico juga menjelaskan bahwa pemasangan CCTV dalam program Mata Deli dilakukan melalui skema swadaya masyarakat dan dukungan berbagai stakeholder, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Untuk saat ini seluruh pengadaan CCTV berasal dari swadaya masyarakat dan stakeholder. Sementara program CCTV yang menggunakan APBD tetap berjalan untuk ruas-ruas jalan utama. Artinya kita membangun keamanan kota secara bersama-sama," jelasnya.

Sementara itu, Camat Medan Deli Aidiel Putra Pratama mengatakan Mata Deli merupakan hasil kolaborasi pemerintah kecamatan bersama masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pihak yang peduli terhadap keamanan lingkungan.

Menurutnya, kamera pengawas dipasang di rumah-rumah warga dengan memanfaatkan jaringan internet milik masyarakat sehingga operasional program dapat berjalan secara mandiri.

"Saat ini sudah ada 200 CCTV yang dipasang di titik-titik yang belum terjangkau pos kamling. Tujuannya agar masyarakat merasa lebih aman, terutama saat melintas pada malam hari maupun di kawasan yang rawan tindak kriminal," ujarnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Sampaikan LPJ APBD 2025, Pendapatan Sumut Tembus Rp12 Triliun
Bobby Nasution Laporkan APBD Sumut 2025 Surplus Rp521,4 Miliar, WTP ke-12 Beruntun
Motor Satpol PP Medan Dibawa Kabur Pria Berseragam Polri, Polisi Andalkan CCTV Ungkap Identitas Pelaku
Wabup Labuhanbatu Selatan Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Dispora Sumut Segera Jadi BLUD, Bobby Nasution Dorong Olahraga Mandiri Tanpa Bergantung APBD
Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Rico Waas Dorong Kolaborasi Antardaerah untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kota
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru