Petisi Ahli Tegaskan Kasus Febrie Adriansyah Murni Proses Hukum, Tak Perlu Izin Presiden
JAKARTA Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) menegaskan bahwa proses hukum terhadap mantan Jaksa Agung Muda
NASIONAL
TAPTENG -Dalam sebuah potongan video yang viral di media sosial, calon Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu terlihat marah-marah kepada seorang polisi. Video tersebut menjadi sorotan publik, memicu berbagai komentar dan reaksi dari masyarakat serta partai yang mengusungnya, PDI Perjuangan (PDIP).
Dalam video yang berdurasi singkat itu, Masinton yang mengenakan baju merah tampak duduk di sebuah kursi di dalam ruangan. Bersama Plt Ketua PDIP Tapteng, Sarma Hutajulu, dan beberapa orang lainnya, Masinton mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap sikap polisi yang dianggapnya tidak adil. Ia mengekspresikan kekecewaannya dengan mengatakan, “Apa kalian ini, nggak bisa berlaku adil, preman pun kalian biarkan masuk. Polisi apa kalian ini? Apa tanggung jawab kalian untuk menjaga keamanan di republik ini?”
Masinton menilai bahwa jika terjadi konflik antara masyarakat, polisi lah yang menjadi pemicunya. Ia menjelaskan, “Kalau tadi terjadi konflik horizontal, siapa yang kalian persalahkan? Masyarakat yang akan menjadi korban, kalian tinggal nangkapin-nangkapin aja, kalian pemicunya kok.” Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa ketidakadilan dan kurangnya keamanan yang dijamin polisi dapat berujung pada kekacauan.
Seiring dengan viralnya video ini, PDIP memberikan pembelaan terhadap Masinton. Sarma Hutajulu, yang saat itu mendampingi Masinton, menyebut peristiwa tersebut terjadi saat pendaftaran pasangan calon di KPU Tapteng pada 4 September 2024. Menurutnya, ada upaya untuk memframing Masinton sebagai sosok yang tempramen dan suka marah-marah.
“Video itu pada saat kami pendaftaran tanggal 4 September yang lalu. Saya tidak tahu apa motivasinya video itu sekarang jadi viral. Seolah-olah ada framing terhadap Masinton ini orangnya tempramen dan suka marah-marah,” kata Sarma saat dihubungi. Ia menjelaskan bahwa kemarahan Masinton dipicu oleh kedatangan pasangan calon lain yang masuk ruangan saat mereka masih melakukan pendaftaran.
Sarma melanjutkan, “Di tengah-tengah kami melakukan pendaftaran di KPU Tapteng itu, tiba-tiba datang paslon lain memasuki ruangan dan kami keberatan terhadap kedatangan pasangan calon itu.” Menurutnya, kedatangan pasangan calon lain di waktu yang tidak tepat dapat memicu ketegangan antara massa pendukung, mengingat situasi di luar gedung KPU sudah cukup panas.
Sebagai upaya untuk menghindari bentrok, Sarma mengaku sudah berbicara dengan Kapolres Tapteng. Namun, ia merasa permintaannya tidak digubris oleh pihak kepolisian. “Jadi pada waktu itu saya duluan berdebat dengan Pak Kapolres supaya ada ketegasan, jangan ada pasangan calon lain yang masuk tanpa ada urusan yang jelas,” ujarnya.
Akhirnya, setelah Sarma meminta ketegasan dari pihak kepolisian, Masinton pun mengekspresikan keinginannya agar polisi bertindak tegas dan tidak membiarkan situasi yang bisa memicu kericuhan. “Karena tidak adanya ketegasan kepolisian pada malam hari itu, di situ lah Pak Masinton meminta supaya polisi bertindak tegas,” tutupnya.
Dengan viralnya video tersebut, perhatian publik terhadap Masinton dan sikapnya terhadap aparat kepolisian meningkat. PDIP berusaha meluruskan pandangan masyarakat bahwa peristiwa itu bukanlah cerminan dari karakter Masinton secara keseluruhan, melainkan reaksi terhadap situasi yang sedang berlangsung pada saat itu.
Kasus ini menunjukkan betapa mudahnya sebuah momen dapat dipersepsikan dan diinterpretasikan oleh publik, serta pentingnya komunikasi yang jelas dari pihak-pihak yang terlibat untuk menghindari kesalahpahaman.
(N/014)
JAKARTA Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) menegaskan bahwa proses hukum terhadap mantan Jaksa Agung Muda
NASIONAL
MIAMI Timnas Inggris memastikan finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor dramatis 64 pada lag
OLAHRAGA
NIAS BARAT Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat Nias Barat melalu
PEMERINTAHAN
NIAS BARAT Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan ruas jalan penghubung Kabupaten Nias Sela
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kuta Raja, Polresta Banda Aceh, mengamankan seorang terduga pelaku pencurian kendaraan
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Prakiraan cuaca di wilayah Aceh pada Minggu (19/7/2026) didominasi hujan dengan intensitas ringan di sebagian besar kabupaten
NASIONAL
MEDAN Prakiraan cuaca di wilayah Sumatera Utara pada Minggu (19/7/2026) didominasi hujan ringan yang berpotensi mengguyur sebagian besar
NASIONAL
JAKARTA Prakiraan cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Minggu (19/7/2026) didominasi kondisi cerah. Meski demikian, hujan ringan masih berp
NASIONAL
BANDUNG Prakiraan cuaca di wilayah Jawa Barat pada Minggu (19/7/2026) didominasi kondisi cerah hingga berawan. Meski begitu, hujan ringa
NASIONAL
YOGYAKARTA Prakiraan cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (19/7/2026) didominasi kondisi berawan hingga cerah berawan d
NASIONAL