BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Kepala Inspektorat Deliserdang Serang Wartawan Saat Peliputan, Aksi Arogan Menuai Kritik!

BITVonline.com - Rabu, 16 Oktober 2024 11:18 WIB
Kepala Inspektorat Deliserdang Serang Wartawan Saat Peliputan, Aksi Arogan Menuai Kritik!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DELI SERDANG -Insiden mengejutkan terjadi di teras depan Kantor Dinas Inspektorat Kabupaten Deliserdang ketika Kepala Inspektorat, Edwin Nasution, secara tiba-tiba menyerang wartawan yang sedang meliput. Edwin diketahui memukul dan berusaha merampas kamera wartawan MNC TV yang sedang melakukan peliputan terkait pemeriksaan salah seorang ASN oleh Bawaslu Deliserdang.

Kejadian ini berawal ketika sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik mendatangi kantor Inspektorat untuk mencari informasi mengenai dugaan pelanggaran pemilu yang melibatkan seorang ASN dari dinas tersebut. ASN tersebut dituduh melakukan kampanye untuk calon Bupati nomor urut 02 saat membagikan bantuan sosial kepada warga.

Amir, salah satu wartawan yang menyaksikan aksi tersebut, mengungkapkan bahwa Edwin menunjukkan perilaku arogan saat mendapati mereka melakukan peliputan. “Dia emosi sekali sampai menyerang saya dan merampas kamera (HP). Kami di sini mau meliput dan mewawancarainya terkait dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan salah seorang ASN inspektorat,” ujar Amir.

Sebelum kejadian tersebut, wartawan telah mengajukan pertanyaan terkait dugaan pelanggaran, yang seharusnya menjadi tanggung jawab Inspektorat untuk memberikan klarifikasi. Namun, reaksi Edwin justru menjadi semakin agresif. “Ngapain kau rekam-rekam aku, permisi dulu kau kalau mau rekam-rekam,” teriak Edwin sambil memukul kamera dan mencoba merampasnya.

Aksi Edwin memicu ketegangan di lokasi, dan beberapa wartawan lainnya berusaha melerai. “Hampir terjadi baku hantam antara kami dengan dia,” tambah Amir. Sejumlah pegawai Dinas Inspektorat kemudian membawa Edwin masuk ke dalam ruangan untuk meredakan situasi.

Kejadian ini tidak hanya menunjukkan ketidakprofesionalan dari seorang pejabat publik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai keterlibatan Inspektorat dalam proses politik lokal. “Aksi arogan Kepala Inspektorat ini menunjukkan bahwa ada dugaan keterlibatan mereka dalam pilkada,” kata Amir menambahkan.

Hingga berita ini diturunkan, para wartawan masih menunggu hasil pemeriksaan dari Bawaslu terkait oknum ASN tersebut, yang dilaporkan telah beberapa kali mangkir dari panggilan untuk dimintai keterangan mengenai dugaan pelanggaran Undang-Undang Pemilu. Insiden ini memicu sorotan publik terhadap integritas dan transparansi dalam pemerintahan daerah, serta menyoroti pentingnya perlindungan bagi wartawan dalam menjalankan tugas mereka.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru