Viral! Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG ke Jalan, Diduga Tak Layak Konsumsi
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA -Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, mengungkapkan rincian mengenai jatah pimpinan komisi yang diperoleh partainya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk periode 2024-2029. Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin (14/10), Said menyebutkan bahwa PDIP mendapatkan empat posisi pimpinan komisi.
“PDIP itu dapat Komisi I, Komisi V, Badan Anggaran, dan BAKN,” kata Said kepada wartawan.
Rincian Posisi PimpinanKomisi I yang dipimpin oleh Utut Adianto membidangi isu-isu penting seperti pertahanan, luar negeri, dan informatika. Komisi ini bertanggung jawab untuk menyusun kebijakan terkait keamanan dan hubungan internasional, yang sangat krusial di tengah dinamika global saat ini.
Komisi V, yang akan dipimpin oleh Lasarus, fokus pada infrastruktur dan perhubungan. Komisi ini memiliki peranan strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan pengelolaan transportasi nasional.
Badan Anggaran (Banggar), yang berperan dalam pengawasan anggaran negara, juga menjadi salah satu posisi penting yang akan dipimpin oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Melalui Banggar, PDIP berharap dapat berkontribusi signifikan dalam pengelolaan anggaran negara demi kepentingan rakyat.
BAKN, atau Badan Akuntabilitas Keuangan Negara, merupakan badan yang mengawasi pengelolaan keuangan negara di DPR. Dengan memegang posisi ini, PDIP berupaya memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran publik.
Pembagian Jatah PimpinanSaid juga menjelaskan bahwa pembagian jatah pimpinan komisi dilakukan secara merata dengan partai-partai lain di DPR. Ia menekankan pentingnya kerja sama antar partai politik untuk menciptakan iklim legislasi yang kondusif. “Ya kan kami sudah pegang Komisi I, masa Komisi III juga mau diambil? Gak boleh seperti itu, kita kan berbagi dengan partai lain, di DPR itu harus guyub. Tidak boleh menang-menangan. Tidak boleh ego,” ungkap Said.
Sebelumnya, PDIP memegang posisi Ketua Komisi III yang membidangi penegakan hukum dalam periode 2019-2024. Meski kehilangan posisi tersebut, Said menilai bahwa hal itu merupakan bagian dari realitas politik dan pentingnya kompromi dalam DPR.
“Komitmen untuk berbagi dan memperhatikan kepentingan semua partai politik sangat penting dalam pengambilan keputusan di DPR,” tutupnya.
Dengan perolehan posisi pimpinan komisi yang strategis, PDIP berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam proses legislasi dan pengawasan anggaran. Dengan demikian, partai ini siap menjalankan peranannya demi kepentingan rakyat dan negara.
(N/014)
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan adanya perbedaan perlakuan pajak antara kendaraan ber
EKONOMI
PASURUAN Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari intervensi pemerin
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menolak wacana perubahan sistem pemilihan umum (Pemilu) menjadi pemilihan tid
POLITIK
JAKARTA Serikat Pekerja Kampus (SPK) menilai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas kondisi
PENDIDIKAN
MEDAN Kelompok Medan Teater menggelar Festival Musikalisasi Puisi bertajuk Kopi & Kepo di Taman Budaya Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pemerintah tengah mengkalkulasi penyesuaian iuran BPJS Kesehatan tahun ini di tengah tekanan defisit program Jaminan Kesehatan N
KESEHATAN
JAKARTA Rencana pemerintah menurunkan potongan aplikasi transportasi daring menjadi 8 persen dari sebelumnya sekitar 20 persen dinilai t
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah membuka rekrutmen besarbesaran untuk 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Posisi ini menjadi salah s
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah mendorong pengembangan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti liqu
EKONOMI