BREAKING NEWS
Rabu, 05 Agustus 2026

Bupati Anton Resmikan Makam dr Djasamen Saragih, Warisan Dokter Pertama Simalungun Terus Dijaga

Azryn Marida - Rabu, 05 Agustus 2026 12:13 WIB
Bupati Anton Resmikan Makam dr Djasamen Saragih, Warisan Dokter Pertama Simalungun Terus Dijaga
Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, meresmikan pemugaran makam dr. Djasamen Saragih, dokter pertama asal Simalungun, di Nagori Aman Raya, Kelurahan Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa (4/8/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN – Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, meresmikan pemugaran makam dr. Djasamen Saragih, putra pertama asal Simalungun yang meraih gelar dokter. Peresmian berlangsung di Nagori Aman Raya, Kelurahan Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa (4/8/2026), sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa tokoh yang dinilai berjasa dalam sejarah daerah.

Prosesi diawali dengan penyambutan adat Simalungun, dilanjutkan ziarah dan doa bersama di makam almarhum. Acara kemudian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Simalungun sebagai simbol selesainya proses pemugaran makam.

Peresmian tersebut turut dihadiri Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, unsur Forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, tokoh adat, cendekiawan, keluarga besar almarhum, serta masyarakat.

Baca Juga:

Mewakili keluarga besar, Patra Saragih menyampaikan bahwa dr. Djasamen Saragih merupakan putra pertama Simalungun yang berhasil meraih gelar dokter pada era 1930-an, ketika kesempatan mengenyam pendidikan tinggi masih sangat terbatas bagi masyarakat daerah.

Ia menegaskan keluarga besar akan terus menjaga dan merawat makam tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan dan pengabdian almarhum.

Ketua Umum Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (PACS), dr. Sarmedi Purba, mengatakan sosok dr. Djasamen Saragih merupakan bagian penting dari sejarah Simalungun. Menurutnya, perjuangan almarhum menjadi inspirasi hingga namanya kini diabadikan sebagai nama rumah sakit umum daerah di Kota Pematangsiantar.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Simalungun Jepra Manurung yang mengapresiasi keluarga besar karena terus menjaga warisan sejarah tersebut. Ia berharap semangat perjuangan dr. Djasamen Saragih mampu menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengejar pendidikan dan mengabdi kepada masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menilai peresmian pemugaran makam bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum menghidupkan kembali nilai perjuangan, keteladanan, dan pengabdian yang diwariskan para tokoh pendahulu.

Dalam sambutannya, Bupati Anton Achmad Saragih menegaskan terdapat tiga nilai utama yang diwariskan dr. Djasamen Saragih, yakni keberanian menjadi pelopor, semangat mengabdi kepada kemanusiaan tanpa membedakan suku maupun agama, serta tidak melupakan asal-usul meski telah meraih kesuksesan.

Nilai-nilai tersebut, kata Anton, sejalan dengan falsafah masyarakat Simalungun Habonaron Do Bona, yang mengajarkan pentingnya menjunjung kebenaran dalam kehidupan.

Bupati juga berharap makam dr. Djasamen Saragih dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus sarana edukasi. Ia meminta Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Pendidikan memasukkan kisah perjuangan tokoh tersebut ke dalam materi muatan lokal di sekolah-sekolah.

Selain itu, para pangulu dan tenaga pendidik di Kecamatan Raya diharapkan mengajak para pelajar berkunjung ke lokasi tersebut agar generasi muda mengenal sejarah serta sosok putra daerah yang telah mengharumkan nama Simalungun.

Peresmian pemugaran makam ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga warisan sejarah, budaya, serta semangat pengabdian tokoh-tokoh daerah sebagai fondasi membangun Kabupaten Simalungun yang maju, berbudaya, dan berkarakter.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru