Nyala Obor Terangi Labusel, Bupati Fery Pimpin Taptu Sambut HUT RI ke-81
LABUHANBATU SELATAN Suasana malam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Labuhanb
PEMERINTAHAN
MEDAN — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjenguk seorang murid SMA asal Kabupaten Karo yang masih menjalani perawatan di ruang ICU anak RS Haji Medan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono mengatakan kondisi korban kini berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan dari tim medis. Meski demikian, pasien masih menjalani perawatan intensif.
"Saya sudah lihat kondisinya, sudah hari ketiga di ICU anak. Kondisi yang kami terima menurut laporan dokter yang merawatnya, kondisinya sudah berangsur membaik," ujar Sudaryono, Minggu (16/8/2026).Baca Juga:
"Sudah lebih baik, tapi masih di ICU. Semoga segera bisa dirawat di ruangan biasa, artinya kan sudah jauh lebih baik," sambungnya.
Usai menjenguk korban, Sudaryono menyampaikan sejumlah hal terkait evaluasi dan penanganan kasus keracunan MBG di Kabupaten Karo. Berikut poin-poin yang disampaikannya:
1. Korban Alami Infeksi
Sudaryono mengatakan korban masih dirawat di ICU anak dan mendapat pemantauan ketat dari tim medis. Perawatan dilakukan untuk menangani infeksi dan toksin yang diduga masuk ke tubuh.
"Treatment-nya kondisi perut dipuasakan, karena ada bakteri, ada inputan antibiotik, pain killer anti nyeri dan bagaimana caranya agar toksinnya itu keluar," katanya.
Ia mengaku sedih sekaligus marah melihat kondisi korban. Menurutnya, insiden serupa tidak boleh kembali terjadi dalam pelaksanaan MBG.
"Perasaan saya antara sedih sama marah sama keadaan. Ini enggak boleh lagi terjadi," ujarnya.
2. Sudaryono Ingin Nol Kasus Keracunan
Sudaryono mengatakan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG akan terus dilakukan agar kejadian keracunan tidak kembali terulang.
Ia menegaskan target pemerintah bukan sekadar menurunkan jumlah kasus, melainkan mencapai nol kasus.
"Memang tingkat jumlah keracunannya menurun, tapi saya bukan butuh penurunan. Saya butuh nol kasus. Nggak boleh lagi ada," kata Sudaryono.
Ia juga mengingatkan seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan petugas agar menjalankan prosedur operasional standar (SOP) secara ketat.
"27 ribu kepala dapur SPPG di seluruh Indonesia harus hati-hati. Nggak hanya masak saja, ini masalah nyawa. Kau bayangkan itu adikmu," tegasnya.
3. Kepala SPPG Terancam Dipecat Jika Lalai
Sudaryono mengatakan dapur MBG yang berkaitan dengan kasus keracunan di Karo akan mendapat sanksi berat. Ia juga menyatakan tidak ragu mengajukan pemecatan terhadap Kepala SPPG apabila terbukti lalai.
"Sanksinya pertama dapurnya di-suspend berat, kemudian kepala SPPG-nya bukan hanya dicopot tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat status ASN-nya," ujar Sudaryono.
4. Ditemukan Indikasi Kelalaian
Berdasarkan pemeriksaan awal, Sudaryono mengatakan terdapat dugaan kelalaian dalam pengelolaan bahan baku yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Ia menyebut sekitar 200-300 ekor ikan tidak dimasukkan ke dalam freezer dan dibiarkan berada pada suhu ruang selama sekitar 12 jam.
"Kami sudah coba cek sementara, jadi kelalaian itu ada di pengelolaan. Bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, tapi ada sekitar 200-300 ekor ikan tidak masuk freezer, itu di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 jam," ungkapnya.
Menurut Sudaryono, bahan makanan berupa ikan basah tidak seharusnya dibiarkan dalam suhu ruang dalam waktu lama. Ia menilai kelalaian dalam pengelolaan bahan baku merupakan persoalan serius karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.
"Ikan basah ditaruh di suhu ruangan itu suatu kebodohan menurut saya, kelalaian ya. Khilafnya itu menyangkut nyawa seseorang. Dapur itu tidak boleh ada kelalaian," tegasnya.
5. Minta Kepala SPPG Mundur Jika Tak Sanggup
Sudaryono juga meminta seluruh Kepala SPPG di Indonesia menjalankan tanggung jawab dengan penuh kehati-hatian. Ia bahkan menyarankan kepala dapur mengundurkan diri apabila tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
"Kepala dapur kalau tidak sanggup kerja, kau keluar saja daripada membahayakan nasib seseorang," ujarnya.
BGN menyatakan evaluasi dan langkah perbaikan akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Sudaryono kembali menegaskan bahwa target pemerintah dalam pelaksanaan MBG adalah tidak ada lagi kasus keracunan.
"Memang tingkat jumlah keracunan itu turun, tapi saya enggak butuh penurunan, saya butuhnya nol kasus. Enggak boleh lagi ada," pungkasnya.* (ds/dh)
LABUHANBATU SELATAN Suasana malam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Labuhanb
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Kabupaten Labuhanbatu Selat
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang membuka Catur Gembira Piala Bupati Labusel yang disele
PEMERINTAHAN
ASAHAN Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., mendorong kompetisi mini soccer di Kabupaten Asahan terus dikembangkan sebagai wadah pe
PEMERINTAHAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., mengikuti Upacara Malam Renungan Suci dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., bersama Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., mengha
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menyaksikan laga final sekaligus menutup Turnamen Mini Soccer
PEMERINTAHAN
DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan pengendalian inflasi dan pemerataan pembangunan menj
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wakil Gubernur Sumut Surya dan Forum Koordinasi Pimpinan Daer
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengikuti Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke81
NASIONAL