Jarak Bukan Halangan, Rico Waas Khidmat Ikuti Detik-detik Proklamasi Live Streaming dari Pendopo Medan
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengikuti Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke81
NASIONAL
JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menyebabkan kasus keracunan. Khusus Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), sanksinya disebut dapat berupa pemecatan tidak dengan hormat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa setelah menyantap makanan program MBG di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
"Sanksi bagi pihak yang terbukti lalai tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan. Khusus Kepala SPPG yang berstatus ASN pemecatan tidak dengan hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN)," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).Baca Juga:
Sudaryono juga membuka kemungkinan proses investigasi kasus tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan dugaan kelalaian atau pelanggaran.
Ia meminta seluruh kepala dapur, petugas, dan pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan MBG memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) dijalankan secara ketat.
"Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur," katanya.
Menurut Sudaryono, keamanan pangan dalam program MBG bukan sekadar persoalan teknis operasional dapur. Ia menegaskan kualitas dan keamanan makanan berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat.
"Jangan nyawa orang jadi permainan. Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan," tegasnya.
Kasus dugaan keracunan tersebut sebelumnya dialami siswa SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Bersama, dan SMK Negeri 1 Berastagi setelah menyantap makanan MBG pada Kamis (13/8/2026).
Hingga Jumat (14/8/2026), jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan tercatat mencapai 353 orang.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, hingga tubuh melemah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG.
Para siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengikuti Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke81
NASIONAL
MEDAN DPD II PKN Kota Binjai dan DP II PKN Kabupaten Langkat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKN yang digelar di Hotel P
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia d
NASIONAL
JAKARTA Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) tidak menggelar sidang etik terhadap Setya Budi Dias Oktavianto, eks peg
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah menyiapkan dana siaga sebesar Rp5 triliun untuk mendukung penanganan
NASIONAL
JAKARTA Presiden ke5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri menyinggung sejarah penahanan Presiden pertama
NASIONAL
BINJAI Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) SOKSI Kota Binjai di bawah kepemimpinan Maruli Malau menghadiri pelantikan pengurus Solidaritas P
NASIONAL
BANDA ACEH Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara pengibaran Bendera Merah
NASIONAL
TANJAB TIMUR Perguruan Pencak Silat Satria Bakti ikut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan men
SENI DAN BUDAYA
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indones
NASIONAL