Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Pemerintah Kota Medan berencana mengadopsi tradisi keagamaan Kesultanan Deli berupa pembacaan Surah Yasin dan Ratib Al-Haddad sebagai kegiatan rutin bulanan di lingkungan Pemko Medan.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap setelah menghadiri Kenduri Diraja Negeri Sultan Deli dalam rangka menyambut Hari Keputeraan ke-28 Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, di Masjid Jami' Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kamis, 27 Agustus 2026 malam.
Menurut Zakiyuddin, kegiatan keagamaan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat spiritualitas pegawai sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberkahan Kota Medan.
Baca Juga:
Ia mengapresiasi tradisi keagamaan yang masih dilestarikan Kesultanan Deli.
Menurut dia, pembacaan Yasin dan Ratib Al-Haddad tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga menjadi sarana doa dan zikir bersama.
"Banyak hal baik yang harus kita tiru dari Kenduri Diraja ini. Selain membaca Surah Yasin, ada juga pembacaan Ratib Al-Haddad yang berisikan doa, zikir, serta ayat-ayat Al-Qur'an. Kita berdoa agar Kesultanan Deli terus berkembang dan Kota Medan selalu dilindungi dari segala bentuk bahaya maupun bencana," kata Zakiyuddin Harahap.
Zakiyuddin berharap tradisi tersebut dapat diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Medan secara berkala.
Ia mengusulkan pembacaan Yasin dan doa bersama digelar setidaknya satu kali dalam sebulan.
"Kalau bisa nanti Pemko ikut meniru amalan baik ini, minimal sebulan sekali membaca Yasin dan berdoa bersama di masjid lingkungan Pemko Medan," tambahnya.
Menurutnya, kegiatan keagamaan tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual di lingkungan pemerintahan.
Selain itu, doa bersama juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat Kota Medan.
Sementara itu, Sultan Deli XIV Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah menjelaskan bahwa pembacaan Yasin dan Ratib Al-Haddad merupakan amalan yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur di Tanah Deli.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.