BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Arsjad Rasjid Usai Bertemu Anindya Bakrie: Kisruh Kadin Sudah Temukan Solusi

BITVonline.com - Sabtu, 28 September 2024 03:51 WIB
Arsjad Rasjid Usai Bertemu Anindya Bakrie: Kisruh Kadin Sudah Temukan Solusi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia versi Musyawarah Nasional (Munas), Arsjad Rasjid, akhirnya buka suara setelah pertemuannya dengan Ketua Umum Kadin versi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), Anindya Bakrie. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan diinisiasi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam sebuah sesi makan siang pada Jumat (27/9) kemarin.

Dalam pertemuan yang diharapkan menjadi babak baru bagi organisasi tersebut, Arsjad dan Anindya sepakat untuk menyelesaikan perselisihan yang selama ini memecah belah Kadin. Keduanya bertemu dan berdiskusi dalam suasana yang penuh keakraban, berusaha untuk menemukan jalan tengah demi kemajuan ekonomi Indonesia.

“Kini kami telah memperoleh solusi, solusi yang tegak lurus aturan, solusi yang diambil dalam diskusi yang sangat hangat, solusi dengan semangat yang sama untuk kemajuan perekonomian Indonesia,” ungkap Arsjad dalam sebuah video singkat yang diterima oleh redaksi, Sabtu (28/9/2024).

Menurut Arsjad, pertemuan tersebut merupakan hari yang penuh berkah, mengingat adanya kesempatan untuk duduk bersama dan mendengarkan pandangan masing-masing. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang memfasilitasi proses mediasi antara dua pihak yang sebelumnya berselisih.

“Pertemuan ini menjadi hari Jumat yang berkah bagi kami karena dapat berdiskusi bersama-sama. Kami duduk bersama, saling mendengarkan dan berdiskusi. Kadin Indonesia, baik di pusat maupun daerah, akan terus fokus sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan,” ujar Arsjad.

Meski demikian, Arsjad tidak membeberkan detail terkait solusi dari perselisihan antara kedua kubu Kadin tersebut. Namun, ia tetap menegaskan bahwa solusi yang dibangun bersama ini berorientasi pada pembangunan ekonomi untuk kepentingan Indonesia secara keseluruhan. Menurutnya, penting bagi Kadin untuk memprioritaskan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan perekonomian di masa mendatang.

“Kami percaya, pemerintah, pelaku usaha, buruh, dan profesional, dengan bergotong royong mampu menghadapi tantangan ekonomi mendatang. Untuk satu Kadin, satu Indonesia, dan satu masa depan yang lebih baik,” pungkas Arsjad penuh semangat.

Pada kesempatan yang sama, Bahlil Lahadalia yang mempertemukan Arsjad dan Anindya mengungkapkan bahwa kedua tokoh ini sudah sepakat untuk berdamai dan mengakhiri konflik yang sebelumnya terjadi. Ia menyebutkan bahwa baik Arsjad maupun Anindya telah sepakat untuk bersatu dalam menjalankan organisasi Kadin yang lebih baik ke depannya.

“Hari ini saya bertemu dengan dua sahabat saya, Pak Arsjad dan Pak Anin. Keduanya sudah insyaf, untuk menjalankan organisasi yang baik,” ungkap Bahlil dalam tayangan video singkat yang diterima oleh media.

Bahlil juga menambahkan bahwa pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan damai dari kedua pihak dan mereka saling memaafkan. Ia optimistis bahwa dengan damainya kedua pihak, Kadin ke depan akan menjadi organisasi yang lebih baik dan solid dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Mereka berdua sudah paten, sudah kami pertemukan, sudah saling memaafkan dan kami pikir Kadin ke depan akan lebih baik. Kami semua akan menjaganya,” lanjut Bahlil.

Seperti diketahui, perseteruan di tubuh Kadin bermula dari hasil Munas dan Munaslub yang menghasilkan dua kepengurusan berbeda, dengan masing-masing kubu mengklaim sebagai kepengurusan yang sah. Namun, dengan adanya pertemuan ini, diharapkan kisruh yang telah berlangsung lama dapat berakhir dan Kadin dapat kembali berfungsi sebagai mitra strategis bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong perekonomian yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kadin memang memegang peran krusial dalam mendorong berbagai kebijakan ekonomi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Karena itu, kesepakatan damai antara dua kubu ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha di Indonesia yang selama ini mengharapkan adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan dunia usaha.

Arsjad dan Anindya juga menyampaikan harapan mereka agar Kadin bisa berperan lebih aktif dalam menghadapi tantangan ekonomi global, termasuk dampak dari ketidakpastian ekonomi dunia dan berbagai tantangan domestik yang membutuhkan kerja sama erat antara berbagai pihak.

“Dengan adanya satu Kadin, kita bisa memastikan bahwa kita memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menghadapi tantangan ekonomi, baik dari dalam negeri maupun dari luar. Kita harus optimistis bahwa kita dapat melewati ini bersama,” tutup Anindya dengan penuh keyakinan.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru