BREAKING NEWS
Rabu, 23 September 2026

Sulap Jelantah dan Koin Sampah Jadi Bantuan Warga, Inovasi Medan Denai Dipuji Rico Waas

Abyadi Siregar - Selasa, 22 September 2026 22:28 WIB
Sulap Jelantah dan Koin Sampah Jadi Bantuan Warga, Inovasi Medan Denai Dipuji Rico Waas
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menghadiri Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai di Masjid Al Munawwaroh, Jalan Tangguk Bongkar, Selasa (22/9/2026). (Foto: Dinas Kominfo Kota Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan KUSALAM. Kedua program tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian masyarakat sekaligus upaya membantu warga yang membutuhkan.

Apresiasi itu disampaikan Rico saat menghadiri Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai di Masjid Al Munawwaroh, Jalan Tangguk Bongkar, Selasa (22/9/2026).

ANJELI merupakan singkatan dari Aksi Ngumpul Jelantah untuk Berbagi. Program tersebut mengajak masyarakat mengumpulkan minyak goreng bekas atau jelantah untuk kemudian dijual dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.

Baca Juga:

Rico mengatakan ANJELI tidak hanya memiliki manfaat sosial dan ekonomi, tetapi juga dapat membantu mengurangi persoalan lingkungan akibat pembuangan limbah jelantah secara sembarangan.

"Selama ini, limbah minyak goreng bekas (jelantah) sering dibuang sembarangan ke parit atau tempat sampah sehingga memicu pencemaran. Melalui inovasi ini, limbah tersebut dikumpulkan, dijual ke pengepul untuk didaur ulang, dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial," kata Rico.

Sementara itu, KUSALAM merupakan singkatan dari Kumpul Uang Koin dan Sampah untuk Lansia dan Malnutrisi. Program ini dilakukan dengan mengumpulkan uang koin serta hasil penjualan sampah yang kemudian digunakan untuk membantu warga kurang mampu, lansia, dan anak yang mengalami masalah gizi.

Gerakan tersebut melibatkan jajaran Kecamatan dan Kelurahan di Medan Denai. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang membutuhkan.

"Yang kedua, Pak Camat memiliki inovasi juga yang memang ujungnya untuk diberikan kepada yang berkekurangan atau yang kesusahan. Jadi mengumpulkan dana untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Ini juga sangat baik sebagai bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat kita," ujar Rico.

Meski memberikan apresiasi, Rico mengingatkan jajaran Kecamatan Medan Denai agar pengelolaan dana dari kedua program tersebut dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Seluruh pengumpulan dan penyaluran dana dari program ANJELI maupun KUSALAM wajib dicatat dan dilaporkan secara terbuka kepada publik. Akuntabilitas yang jelas sangat penting untuk menjaga kepercayaan warga dan memastikan bantuan tepat sasaran," pesannya.

Camat Medan Denai Yogi Prayoga mengatakan program ANJELI diluncurkan bersama sekitar 600 ibu-ibu jamaah pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai (AKMD) yang menjadi percontohan awal gerakan tersebut.

"Penyaluran hasil penjualan jelantah ditargetkan dapat berjalan setiap bulan," tambah Yogi.

Menurut Yogi, KUSALAM dilaksanakan secara rutin setiap Senin dan Jumat. Hasil yang terkumpul dialokasikan setiap pekan untuk membantu sedikitnya empat keluarga kurang mampu, lansia, serta balita yang mengalami malnutrisi di wilayah Kecamatan Medan Denai.

Dalam kegiatan pengajian tersebut, Rico Waas juga menyempatkan diri mendengarkan langsung berbagai keluhan masyarakat, termasuk persoalan pembenahan infrastruktur di wilayah Medan Denai.

Melalui ANJELI dan KUSALAM, Kecamatan Medan Denai mendorong keterlibatan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan sekaligus mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Update Kasus Kematian Jelita Sinaga , Ternyata Dibunuh?!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru