BREAKING NEWS
Rabu, 30 September 2026

Galian Proyek U-Ditch 714 Meter Makan Korban, Walkot Medan Sentil Dinas PU dan PLN

Abyadi Siregar - Rabu, 30 September 2026 14:08 WIB
Galian Proyek U-Ditch 714 Meter Makan Korban, Walkot Medan Sentil Dinas PU dan PLN
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pengerjaan drainase menggunakan U-ditch di Jalan Bhayangkari, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (29/9/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pengerjaan drainase menggunakan U-ditch di Jalan Bhayangkari, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (29/9/2026). Proyek sepanjang sekitar 714 meter tersebut menjadi perhatian Pemko Medan karena diharapkan dapat membantu mengurangi genangan banjir di kawasan tersebut.

U-ditch yang dipasang memiliki ukuran sekitar 140 sentimeter dan membentang hingga menuju Jalan William Iskandar.

"Ini saya secara langsung harus memberikan atensi khusus, di mana ini U-ditch panjangnya sampai menuju Jalan William Iskandar, panjangnya sekitar 714 meter," kata Rico Waas.

Baca Juga:

Menurut Rico, terdapat tiga pembangunan drainase di kawasan Tembung yang nantinya diarahkan ke Sungai Kera. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan genangan di wilayah yang selama ini terdampak banjir.

"Mudah-mudahan ini bisa mengurangi dampak genangan banjir yang ada di daerah situ," ujarnya.

Terkendala Tiang Listrik

Dalam peninjauan tersebut, Rico menemukan pekerjaan U-ditch menghadapi kendala karena sejumlah tiang listrik berada di jalur pembangunan.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera berkoordinasi dengan PLN untuk merelokasi tiang yang menghambat pekerjaan.

Menurut Rico, keberadaan tiang listrik membuat proses pengerjaan harus dilakukan secara terputus-putus di sejumlah titik.

"Karena kalau enggak, ini akan terhambat. Karena mereka bekerja jadi belang-kelang dengan tiang listrik tersebut," ujarnya.

Rico meminta persoalan tersebut segera ditindaklanjuti agar pembangunan drainase dapat berjalan lebih optimal.

Warga Keluhkan Galian Terbuka

Selain mengecek progres pekerjaan, Rico juga mendengarkan langsung keluhan warga terkait galian yang masih terbuka di sejumlah titik.

Warga mengaku kondisi tersebut mengganggu akses dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan. Salah seorang warga bahkan menyebut ada pengendara yang terjatuh ketika melintas di sekitar lokasi.

"Kemarin ada yang jatuh naik kereta hujan-hujan, cepat-cepat! Cepat kali, Pak! Kami kan jualan, Pak," ujar seorang warga kepada Rico.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang meminta galian segera ditutup setelah pekerjaan pada titik tersebut selesai. Mereka juga mengkhawatirkan keselamatan anak-anak yang beraktivitas di sekitar lokasi.

"Pak, di sini banyak anak-anak. Di sini kalau banjir dan hujan rawan, Pak. Daripada nanti anak-anak kenapa-kenapa gara-gara kayak gini, tolonglah Pak. Katanya mau ditutup besok, tapi tidak juga," kata seorang ibu.

Mendengar keluhan tersebut, Rico meminta Dinas PU memastikan setiap galian yang pekerjaannya telah selesai segera ditutup. Sementara pada bagian yang masih dikerjakan, lokasi diminta dilengkapi rambu yang mudah terlihat.

"Kalau misal pas lagi memang hujan ini terjadi genangan, tak terlihat, akhirnya bisa masyarakat celaka. Makanya harus ditutup dahulu dan diselesaikan," tegas Rico.

Ia juga meminta adanya rambu pengaman di bagian ujung proyek serta sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai aktivitas pembangunan.

"Penting sekali wilayah ini juga menyosialisasikan kepada masyarakat sekitar bahwa memang perlu berhati-hati dan juga memberi rambu di bagian ujung," katanya.

Pemko Medan menyebut pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan banjir yang dilakukan di sejumlah wilayah kota. Pemerintah daerah meminta pengerjaan tidak hanya memperhatikan target penyelesaian, tetapi juga aspek keselamatan warga selama proyek berlangsung.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Atasi Banjir Tahunan Sei Agul, Rico Waas Minta Proyek Drainase 385 Meter Tak Susahkan Warga
Rico Waas Minta Drainase Indra Kasih Dipercepat, Warga Keluhkan Galian yang Belum Ditutup
Atasi Banjir, Pemko Medan Bangun Drainase 385 Meter di Jalan Makmur Sei Agul
Akhiri Banjir Setinggi Dada! Rico Waas Tinjau Proyek Drainase Raksasa 670 Meter di Medan Helvetia
Bebaskan Warga dari Banjir Sebetis, Rico Waas Cek Langsung Proyek Drainase 505 Meter Sei Asahan
Drainase Jalan Gaperta Diperbesar, Rico Waas Harap Genangan dan Banjir Berkurang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru