Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BATU BARA — Komitmen Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, menuju Desa BERSINAR (Bersih dari Narkoba) terus berlanjut. Setelah sebelumnya memperkuat pencegahan narkoba berbasis keluarga, kegiatan kali ini diarahkan pada edukasi masyarakat, pemberdayaan generasi muda, deteksi dini melalui pemeriksaan urine, hingga langkah lanjutan terhadap warga yang membutuhkan rehabilitasi.senin 5/10/2026.
Pertemuan tersebut menghadirkan unsur BNN, Satpol PP, Pemerintah Desa Bogak serta perwakilan Balai Latihan Kerja (BLK). Masyarakat tidak hanya diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai peluang peningkatan keterampilan, khususnya bagi kalangan muda.
Perwakilan BLK memberikan paparan mengenai pelatihan keterampilan yang dapat diikuti masyarakat sesuai minat dan kebutuhan. Sejumlah bidang yang diperkenalkan antara lain barista, teknik sepeda motor, serta keterampilan perawatan dan perbaikan AC.
Baca Juga:
Program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Dengan memiliki keterampilan dan peluang untuk mengembangkan kemampuan, para pemuda diharapkan dapat memiliki kegiatan produktif yang membuka peluang kerja maupun usaha mandiri.
Usai kegiatan edukasi, agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan urine terhadap tamu undangan yang hadir sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika.
Hasil pemeriksaan urine tersebut menunjukkan hasil negatif. Hasil ini menjadi kabar positif sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan masyarakat Desa Bogak yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Namun, upaya pemberantasan tidak berhenti di dalam ruang pertemuan.
BNN bersama jajaran Pemerintah Desa Bogak kemudian turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti informasi mengenai lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba.
Tim mendatangi lokasi yang sebelumnya diduga menjadi salah satu tempat aktivitas narkoba. Namun ketika tiba di lokasi, tidak ditemukan pelaku. Petugas hanya menemukan sisa-sisa bungkusan yang diduga berkaitan dengan narkotika jenis sabu.
Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk memberikan pesan tegas bahwa lingkungan yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba tidak boleh dibiarkan.
Setelah kegiatan lapangan, Pemerintah Desa Bogak bersama tim BNN kemudian menyusun langkah pendekatan yang lebih humanis terhadap warga yang diduga telah mengalami ketergantungan narkoba.
Tim membagi petugas ke dalam tujuh kelompok untuk melakukan pendekatan langsung dari rumah ke rumah, termasuk mendatangi keluarga yang memiliki anak yang diduga mengalami ketergantungan narkoba.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.