BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

Wagub Sumut Surya Desak Percepatan Huntap Korban Bencana, Jalan hingga Air Bersih Harus Tersedia

Raman Krisna - Jumat, 09 Oktober 2026 13:36 WIB
Wagub Sumut Surya Desak Percepatan Huntap Korban Bencana, Jalan hingga Air Bersih Harus Tersedia
Wagub Sumut Surya mengikuti dalam rapat monitoring dan evaluasi percepatan pembangunan huntap pascabencana 2025 di Sumatera di Kantor Gubsu, Medan, Jumat, 9 Oktober 2026 (Foto: Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meminta percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana diikuti penyediaan infrastruktur dan fasilitas umum.

Menurut dia, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun rumah, tetapi juga harus memastikan tersedianya jalan, jembatan, dan fasilitas dasar yang menunjang kehidupan warga.

Hal tersebut disampaikan Surya dalam rapat monitoring dan evaluasi percepatan pembangunan huntap pascabencana 2025 di Sumatera.

Baca Juga:

Rapat berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat, 9 Oktober 2026, bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta perwakilan Aceh dan Sumatera Barat.

"Membangun kembali rumah berarti membangun kembali tempat masyarakat memulai kehidupannya, memulihkan rasa aman, serta mengembalikan harapan untuk menata masa depan. Karena itu, kita membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, kementerian/lembaga, hingga lembaga kemanusiaan," ujar Wagub Surya.

Surya mengatakan percepatan pembangunan huntap membutuhkan koordinasi antarlembaga, terutama dalam memastikan kesiapan lahan, status hukum, dan keamanan lokasi.

Pemerintah kabupaten dan kota diminta memastikan lahan yang digunakan sesuai dengan tata ruang serta terhindar dari risiko bencana berulang.

"Hunian harus memenuhi standar keselamatan serta dilengkapi akses air bersih, sanitasi, listrik, drainase, dan fasilitas pelayanan dasar. Data penerima manfaat wajib diverifikasi dan divalidasi agar bantuan tepat sasaran dan terpantau secara berkala," katanya.

Dalam rapat tersebut, Surya memaparkan pembangunan huntap di Sumatera Utara yang melibatkan pemerintah dan sejumlah lembaga.

Yayasan Buddha Tzu Chi telah membangun 1.103 unit huntap.

Rinciannya, sebanyak 441 unit berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, 241 unit di Kota Padangsidimpuan, 200 unit di Kota Sibolga, 182 unit di Kabupaten Tapanuli Tengah, dan 103 unit di Kabupaten Tapanuli Utara.

Selain itu, Posko Bencana Provinsi Sumatera Utara telah membangun 100 unit huntap.

Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menangani pembangunan 792 unit.

Surya mengakui kepastian status dan kesiapan lahan masih menjadi salah satu kendala utama dalam mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana.

Karena itu, pemerintah daerah diminta memastikan persoalan pertanahan dan kesiapan lokasi segera dituntaskan agar pembangunan tidak terhambat.

Pembangunan huntap juga perlu disertai penyediaan fasilitas dasar sehingga warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan, Sarana, dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronny Hutahaean, menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai percepatan pemulihan pascabencana.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2026 lalu, target pembangunan huntap dipercepat menjadi 2 tahun dari rencana awal 3 tahun. Arahan ini menuntut percepatan penyelarasan alokasi anggaran, material, hingga kapasitas pelaksana di lapangan," ungkap Ronny.

Berdasarkan data Posko Nasional Satgas PRRP, lebih dari 184.000 rumah mengalami kerusakan di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dari target pembangunan 57.027 unit huntap, sebanyak 2.085 unit telah rampung hingga awal Oktober 2026.

Adapun 1.882 unit lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengawal penanganan 27.809 unit huntap melalui skema in situ, yakni pembangunan rumah di lokasi semula.

Besarnya jumlah rumah yang rusak membuat percepatan pembangunan menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah.

Kepastian lahan, ketersediaan bahan bangunan, anggaran, dan tenaga pelaksana menjadi sejumlah faktor yang menentukan pencapaian target tersebut.

Untuk meningkatkan efisiensi pembangunan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menekankan pentingnya mempercepat kepastian lahan dan memvalidasi data penerima bantuan.

Perencanaan pasokan material juga perlu dilakukan agar proses pembangunan tidak terhambat.

Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), yang dirancang untuk mendukung pembangunan rumah secara lebih efisien.

Pemerintah juga mendorong pelibatan tenaga kerja lokal serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan hunian, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah terdampak.

Pembangunan rumah perlu berjalan beriringan dengan penyediaan layanan dasar, mulai dari air bersih, sanitasi, listrik, drainase, hingga akses jalan dan fasilitas umum.

Dengan demikian, warga tidak sekadar memperoleh tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang mendukung pemulihan kehidupan mereka.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri pejabat Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, perwakilan Kantor Staf Presiden, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para bupati dan wali kota, serta kepala perangkat daerah dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejumlah peserta mengikuti rapat secara langsung maupun virtual.* (ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Ajukan 5 Prioritas Pembangunan Sumut ke Bappenas, RSU Haji Medan hingga Kepulauan Nias
Ini 8 Nama Tersangka Baru Korupsi Jalan Sumut, Presidium Kornas: Hanya Kelas Teri, KPK Tak Berani Sentuh Aktor Intelektual
Rupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS, Bagaimana Peluang Pergerakannya Sepanjang Hari Ini?
Rocky Gerung Santai Dihujani Kritik Usai Gabung Wantimpres: “Mantan Masih Mantau”
Rocky Gerung Sebut Istana Sarang Korupsi: Saya Masuk untuk Memberantas Maling yang Bersembunyi di Bawah Meja Istana
Menag Nasaruddin Umar di Mahasabha XIII PHDI: Jika Cinta Sudah Berbicara, Semuanya Akan Mudah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru