Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sistem tersebut diharapkan dapat membantu auditor mengidentifikasi indikasi risiko sebelum berkembang menjadi pelanggaran.
Meski demikian, hasil analisis digital tetap perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan verifikasi sesuai prosedur pengawasan.
"Kami berpesan kepada seluruh personel APIP untuk mengikuti bimtek ini dengan sungguh-sungguh. Inspektorat harus menjadi promotor utama dalam perbaikan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kota Medan, Desy Chalizah Permataningtyas, menjelaskan bahwa bimtek tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan teknis kepada peserta dalam menelusuri, menganalisis, dan memverifikasi transaksi digital secara langsung.
"Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas APIP dalam mengidentifikasi indikator risiko dan pola kecurangan pada transaksi pengadaan. Selain itu, kami ingin menyamakan persepsi mengenai alur pengawasan, pelaporan, dan tindak lanjut berbasis data guna memperkuat pengendalian internal di seluruh perangkat daerah," jelas Desy.
Melalui pelatihan tersebut, Inspektorat Kota Medan berharap kemampuan personel pengawasan semakin meningkat, terutama dalam membaca data transaksi elektronik dan mengidentifikasi potensi penyimpangan dalam proses pengadaan.
Optimalisasi e-audit juga diharapkan mendukung pengawasan yang lebih terarah di seluruh perangkat daerah.
Dengan pemanfaatan data digital, proses pemeriksaan dapat difokuskan pada transaksi yang menunjukkan indikator risiko sehingga penggunaan sumber daya pengawasan menjadi lebih efektif.
Upaya ini menjadi bagian dari penguatan pengendalian internal pemerintah daerah.
Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kemampuan auditor, kualitas data, konsistensi tindak lanjut, serta keterbukaan dalam proses pengadaan barang dan jasa.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.