Malam Ke-4 Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar Ajak Umat Muslim Berhias dengan Akhlak Mulia
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
JAKARTA -Ruang Sidang Panel III Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia mendadak berubah menjadi ruang kuliah pada Sidang lanjutan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 yang digelar pada Selasa (21/1/2025). Sidang yang seharusnya membahas sengketa Pilkada itu, justru diwarnai dengan kuliah filosofi hukum yang disampaikan oleh Hakim Konstitusi Arief Hidayat.
Arief, yang memimpin jalannya sidang, mengajak para advokat dan para pihak yang berperkara untuk mempelajari hukum dengan sebaik-baiknya. “Mari kita sama-sama belajar hukum dengan sebaik-baiknya, karena apa? Berhukum di Indonesia itu berbeda dengan negara lain, apalagi di negara yang menganut ideologi liberal individualis,” ujarnya di hadapan peserta sidang.
Menurut Arief, berhukum di Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh Ketuhanan. Ia menegaskan bahwa hukum di Indonesia disinari oleh sinar Ketuhanan, dan semua pihak yang terlibat dalam penegakan hukum harus menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. “Berhukum di Indonesia harus sejalan dengan ajaran Ketuhanan,” tegas Arief.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa dalam penegakan hukum di Indonesia, terdapat dua pihak yang bertanggung jawab, yaitu pembuat hukum dan penegak hukum. “Di sini kita sedang menegakkan hukum dalam rangka sengketa Pilkada. Hukum kita memiliki irah-irah ‘atas berkat rahmat Tuhan yang Maha Kuasa’, yang tidak ditemukan di negara barat atau negara komunis,” katanya.
Arief juga menjelaskan bahwa irah-irah tersebut memiliki arti penting, yakni memberi kekuatan eksekutorial pada putusan pengadilan dan dokumen tertentu. Dalam konteks ini, hakim dianggap mewakili Tuhan dalam memutuskan perkara, sehingga harus selalu menjaga kebenaran dan keadilan. “Hakim itu harus benar, karena ia mengatasnamakan Tuhan. Makanya hakim disebut wakil Tuhan,” ungkapnya.
Arief juga menekankan bahwa advokat juga harus menjalankan tugasnya dengan benar, karena pada akhirnya semua harus berlandaskan pada keadilan yang berdasarkan Ketuhanan. “Advokat itu juga harus benar, karena demi keadilan berdasarkan Ketuhanan semua,” lanjutnya.
Sebagai penutupan kuliah singkatnya, Arief memberikan otokritik kepada penegakan hukum di Indonesia yang menurutnya masih jauh dari sempurna. “Tapi kok carut-marut, yang salah para guru besar fakultas hukum ngajarnya nggak bener, termasuk saya. Ini kita bertiga guru besar yang salah,” ujarnya sambil bercanda. Ia juga menambahkan bahwa kesalahan tidak mutlak berada pada pihak advokat yang baru belajar, melainkan juga pada para pengajar yang harus terus meningkatkan kualitas pendidikan hukum.
(N/014)
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota Polri menjalani tes urine menyusul kasus eks Kapolres Bima AKB
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan kantor baru Dinas Pemadam Kebak
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik dari Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam survei popularitas menteri Kabinet Merah Putih versi Indeks
NASIONAL
JAKARTA Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan ol
EKONOMI
JAKARTA Survei terbaru Indekstat mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan PrabowoGibran yang pa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa dep
NASIONAL
ACEH TENGAH Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.
PERISTIWA