Kak Na: Abu Doto adalah Senior dan Teladan bagi Masyarakat Aceh
ACEH BESAR Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na menyampaikan duka mendalam atas wafatnya mantan Gu
NASIONAL
SUMBAR –Ratusan pendemo yang tergabung dalam aksi bertajuk ‘Selamatkan Republik, Kawal Putusan Mahkamah Konstitusi (MK)’ masih bertahan di depan Gedung DPRD Sumatera Barat (Sumbar) hingga saat ini. Mereka tetap bersikeras menyuarakan kritik terhadap pemerintah dan proses legislasi yang mereka anggap tidak transparan.
Poster Kontroversial Menjadi Sorotan
Dalam kerumunan massa, satu poster menarik perhatian banyak pihak. Poster tersebut bertuliskan “Negara Diperkosa 1 Keluarga”, yang dibawa oleh Rahmi Sabrina, seorang mahasiswa Universitas Andalas. Rahmi menjelaskan bahwa poster itu merupakan bentuk protesnya terhadap apa yang dianggapnya sebagai manipulasi aturan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi kepentingan keluarga.
“Bisa kita lihat yah, semua perubahan dimulai dari MK pada awal Pilpres itu. Sudah dirubah-rubah dan diacak-acak. Tapi karena MK sudah berubah ketua. Dan baru MK jalanya lurus karena tidak diisi oleh kroco Jokowi. Namun DPR yang masih diisi kroco Jokowi dengan mudah merubah aturan. Di mana itu tujuannya menaikkan keluarganya. Jadi kita saat ini diperkosa satu keluarga Jokowi,” ungkap Rahmi Sabrina
Tuduhan Politik Dinasti
Rahmi Sabrina dan massa aksi lainnya menilai bahwa langkah-langkah yang diambil DPR RI untuk menjegal keputusan MK adalah bagian dari skenario untuk melanggengkan dinasti politik. Menurut mereka, tindakan tersebut bertujuan untuk memastikan anggota keluarga Presiden Jokowi, seperti Gibran Rakabuming Raka yang telah menjadi Wakil Presiden, serta Kaesang Pangarep dan menantunya, dapat menduduki posisi penting dalam pemerintahan.
“Anaknya ya, diarahkan menjadi Wakil Presiden dan Gubernur. Untuk Gibran sudah menjadi wakil. Tinggal Kaesang dan menantunya yang akan menjadi Gubernur. Jadi di sana rakyat Indonesia jatuh. Kita sudah melihat, anak-anaknya hingga menantunya harus naik dalam kekuasaan, sehingga politik dinasti sudah dilanggengkan oleh mereka,” tambah Rahmi dengan penuh emosi.
Aksi Berlanjut, Pimpinan DPRD Sumbar Tidak Dapat Ditemui
Hingga pukul 15.35 WIB, massa aksi telah bergeser ke depan gerbang Gedung DPRD Sumbar dengan tujuan untuk memasuki kantor wakil rakyat tersebut. Sebelumnya, mereka berkumpul di Jalan Simpang Tiga DPRD untuk menyampaikan tuntutan mereka. Massa aksi meminta pimpinan DPRD Sumbar untuk menemui mereka, namun sampai saat ini pimpinan DPRD Sumbar belum kunjung hadir.
Informasi yang diterima detikSumut menyebutkan bahwa pimpinan dan anggota DPRD Sumbar saat ini berada di luar daerah dalam rangka kunjungan kerja. Hal ini menyebabkan ketidakhadiran mereka dalam pertemuan dengan massa aksi.
Kesimpulan dan Penutup
Aksi ‘Selamatkan Republik, Kawal Putusan MK’ menunjukkan betapa kuatnya perasaan ketidakpuasan di kalangan masyarakat terhadap kebijakan dan proses legislatif yang dianggap tidak adil. Poster yang dibawa Rahmi Sabrina dan tuntutan massa aksi menggambarkan keresahan yang mendalam terhadap praktek politik yang mereka anggap sebagai bentuk pelanggaran hak rakyat.
Sementara itu, pimpinan DPRD Sumbar dan pemerintah diharapkan untuk segera merespons tuntutan masyarakat dan mencari solusi yang dapat meredakan ketegangan serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi legislatif.
(N/014)
ACEH BESAR Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na menyampaikan duka mendalam atas wafatnya mantan Gu
NASIONAL
BANDA ACEH Suasana peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Banda Aceh berlangsung meriah, Selasa (16/6/2026). Ribuan pese
NASIONAL
ACEH SELATAN Pimpinan Wilayah Aisyiyah Aceh memperingati Milad ke109 Aisyiyah Tahun 1448 Hijriah atau 2026 Masehi di Kecamatan Labuhan
NASIONAL
JAKARTA Politikus Ferdinand Hutahaean menanggapi temuan alat pelacak atau tracker yang ditemukan oleh Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas ribuan peserta Fun Walk yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan dal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus mengungkapkan partainya terus memantau langkah politik Partai Solidaritas Indonesi
POLITIK
PALU Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026), memicu kepanika
PERISTIWA
JAKARTA Pengacara senior Elza Syarief menyatakan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Progra
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan dalam sidang uji materi UndangUndang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APB
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan sebanyak 966 Barang Milik Negara (BMN) dengan nilai mencapai Rp3,59 triliun telah
EKONOMI