Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bener Meriah Salurkan Bantuan Sosial dan Santunan Anak Yatim
BENER MERIAH Polres Bener Meriah menyalurkan bantuan sosial berupa 50 paket sembako serta santunan kepada anak yatim dalam rangka menyam
NASIONAL
JAKARTA –Ketua DPP PDI-Perjuangan, Djarot Syaiful Hidayat, mengonfirmasi bahwa Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia, tidak akan menghadiri upacara pengibaran bendera di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang. Sebagai pengganti, Megawati akan memimpin upacara di Sekolah Partai di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Alasan Keputusan Megawati
Djarot Syaiful Hidayat menyampaikan bahwa keputusan Megawati untuk tidak menghadiri undangan Istana Negara adalah sebagai bentuk respons terhadap aspirasi yang disampaikan oleh kader-kader PDI-Perjuangan. Menurut Djarot, permintaan tersebut menginginkan agar Megawati dapat bertindak langsung sebagai inspektur upacara (Irup) pada perayaan kemerdekaan yang akan datang.
“Ibu Mega diagendakan untuk memimpin upacara 17-an di sekolah Partai,” kata Djarot saat ditemui di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Selasa (13/8/2024). Djarot menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mendengar aspirasi dari kader PDI-Perjuangan yang ingin Megawati memimpin upacara di Sekolah Partai.
Rencana PDI-Perjuangan
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto, telah mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri akan melewatkan undangan dari Istana Negara untuk menghadiri upacara Hari Kemerdekaan yang akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagai gantinya, PDI-Perjuangan berencana menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di Sekolah Partai.
Hasto Kristiyanto juga menambahkan bahwa ada permohonan kuat dari kader-kader PDI-Perjuangan agar Megawati hadir dan memimpin upacara tersebut. “Kali ini ada permohonan dari kader-kader PDI Perjuangan agar Ibu Mega berkenan hadir di Sekolah Partai. Jadi, nanti Ibu Mega yang akan memutuskan,” ujar Hasto pada Jumat (9/8/2024).
Respons Terhadap Aspirasi Kader
Keputusan Megawati untuk memimpin upacara di Sekolah Partai menunjukkan komitmen terhadap aspirasi dan permintaan kader partai. Dengan memilih untuk hadir di acara internal PDI-Perjuangan, Megawati diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi para kader partai menjelang perayaan kemerdekaan.
Kesimpulan
Keputusan Megawati Soekarnoputri untuk tidak menghadiri upacara kemerdekaan di IKN dan memilih untuk memimpin upacara di Sekolah Partai mencerminkan respons terhadap aspirasi kader PDI-Perjuangan. Meskipun tidak hadir di upacara resmi di Istana Negara, Megawati tetap akan memainkan peran penting dalam perayaan kemerdekaan dengan memimpin upacara di tingkat partai.
Dengan demikian, Megawati akan tetap berperan aktif dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara yang sesuai dengan permintaan dan harapan dari kader partai yang mendukungnya.
(N/014)
BENER MERIAH Polres Bener Meriah menyalurkan bantuan sosial berupa 50 paket sembako serta santunan kepada anak yatim dalam rangka menyam
NASIONAL
JAKARTA Pengacara Hotman Paris Hutapea membantah keras isu yang menyebut Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, R
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Perseteruan antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi sorotan publik. Konflik yang awalnya ber
ENTERTAINMENT
JAKARTA Pemerintah kembali membahas arah kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional yang bertuj
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (M
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait temuan audit Badan Pe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), di Istana Merd
EKONOMI
JAKARTA Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, membantah terlibat dalam kasus dugaan suap impor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kunjung
NASIONAL