Ditanya Soal 2.000 SGD Hilang dari Amplop Bupati Kuansing, Raja Juli Cuma Jawab 'Maaf'
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
JAKARTA -Kontroversi merambah ke dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, ketika anggota Tim Pembela Prabowo-Gibran, Hotman Paris Hutapea, menghadapi Profesor Filsafat Franz Magnis-Suseno yang merupakan saksi ahli dari Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud. Perseteruan terjadi setelah Franz mengibaratkan Presiden sebagai pencuri dalam konteks pembagian bantuan sosial (bansos).
Situasi memanas ketika Franz, atau yang akrab disapa Romo Magnis, menyebutkan bahwa Presiden, dalam konteks kekuasaannya, mirip dengan seorang karyawan yang mencuri uang tunai dari kas toko saat membagikan bansos untuk kepentingan politik. Pernyataan ini menjadi sorotan tajam Hotman, yang secara tegas membantah klaim tersebut.
Hotman menegaskan bahwa pembagian bansos oleh Presiden telah dilakukan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PTKE). Dia menyatakan bahwa Presiden hanya menjadi simbolik dalam pembagian awal, sementara proses selanjutnya dilakukan oleh kementerian yang bersangkutan sesuai dengan data yang ada.
Kemudian, Hotman mempertanyakan dasar pemikiran Franz yang menyimpulkan bahwa Presiden melakukan pencurian dalam pembagian bansos. Namun, interupsi dari pihak pemohon mengingatkan bahwa itu bukan ranah untuk dijawab oleh Romo Magnis.
Situasi semakin memanas ketika Hotman menegaskan kembali pertanyaannya, disambut dengan teguran dari Ketua Majelis Hakim Suhartoyo agar tidak mengulangi pertanyaan. Namun, Hotman bersikeras untuk menjelaskan klaim yang dinilai tidak berdasar tersebut.
Pada akhirnya, Romo Magnis menjawab bahwa apa yang disampaikannya adalah secara teoretis, dan tidak bermaksud untuk menyinggung Presiden Jokowi secara spesifik.
Sidang PHPU Pilpres ini menjadi sorotan publik, tidak hanya karena kasus yang sedang disidangkan, tetapi juga karena ketegangan antara para pengacara dan ahli yang terlibat. Kontroversi ini memunculkan pertanyaan lebih lanjut mengenai integritas dan profesionalisme dalam proses hukum di negara ini.
(K/09)
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
KARO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul dugaa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah memberikan pilihan kepada siswa sekolah dasar (SD) dalam menentukan
NASIONAL
BANDA ACEH Sebanyak 215 personel gabungan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Expo dalam rangka
PERISTIWA
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menegaskan tidak akan mundur dalam menghadapi perkara dugaan tudingan ijazah palsu Presiden k
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar Indonesia membuka peluang kewarganegaraan ganda bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yan
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota
PEMERINTAHAN
BALIKPAPAN PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil meningkatkan produktivitas sejumlah sumur migas di Kalimantan Timur melalui pen
EKONOMI
JAKARTA Patriot Bond diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk menghimpun dana murah dalam jumlah besar di luar APBN guna membiay
EKONOMI
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko memimpin apel gelar pasukan untu
NASIONAL