BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Menteri Dipanggil MK: Langkah Independen atau Respon Permohonan?

BITVonline.com - Selasa, 02 April 2024 04:43 WIB
Menteri Dipanggil MK: Langkah Independen atau Respon Permohonan?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Gelombang ketegangan kembali menghampiri proses hukum terkait hasil Pilpres 2024. Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk memanggil empat menteri dari Kabinet Indonesia Maju dalam sidang sengketa Pilpres yang sedang berlangsung. Namun, panggilan tersebut tidak sepenuhnya menuruti permintaan pemohon, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Sebagai jawaban atas permintaan tim hukum dari kedua pasangan capres-cawapres, MK menegaskan bahwa pemanggilan empat menteri tersebut bukanlah bentuk akomodasi atas permintaan pemohon. Ketua MK, Suhartoyo, menyatakan hal ini dengan tegas dalam persidangan di Gedung MK pada Senin (1/4/2024).

Empat menteri yang dipanggil untuk memberikan keterangan adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mereka dijadwalkan untuk hadir dalam persidangan di MK pada Jumat (5/4).

Suhartoyo menjelaskan bahwa meskipun MK menolak permintaan pemohon secara langsung, namun berdasarkan rapat hakim, MK memandang perlu mendengar keterangan dari empat menteri tersebut. Ini menunjukkan bahwa MK memiliki sikap independen dalam mengambil keputusan, tidak terpengaruh oleh kepentingan pihak manapun.

Namun, perlu dicatat bahwa hanya hakim MK yang diberikan kesempatan untuk bertanya kepada para menteri. Pihak lain dalam persidangan tidak akan diberikan waktu untuk bertanya. Dengan demikian, pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di udara saat ini hanya akan dijawab oleh para hakim MK.

Situasi ini menambah kekompleksan dan ketegangan dalam proses sengketa Pilpres 2024, sementara mata publik menantikan keputusan akhir dari MK. Semua mata tertuju pada apa yang akan terungkap dalam persidangan pada Jumat nanti, di mana para menteri akan memberikan keterangan mereka.

(AS)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru