Gempur Titik Api Menhut Kerahkan 5.000 ASN Kehutanan untuk Tangani Karhutla di 6 Provinsi Prioritas
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA – Dalam kancah politik Indonesia, Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 menyimpan berbagai cerita menarik, terutama terkait dengan hilangnya dua partai politik dari Senayan. Detik demi detik, pergerakan politik mengungkapkan perubahan lanskap politik tanah air yang terus berubah.
Pada Pileg 2019, sembilan partai politik berhasil melepas tiket masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan sukses. PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, NasDem, PKS, Demokrat, PAN, dan PPP menjadi bagian dari komposisi parlemen pada saat itu. Namun, tak semua partai mampu bertahan, terutama dengan ambang batas parlemen yang menjadi tantangan tersendiri.
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) adalah salah satu korban dari perubahan politik ini. Meskipun pada periode sebelumnya, yakni 2014-2019, Hanura berhasil menembus Senayan, namun pada Pileg 2019, partai tersebut gagal memperoleh cukup dukungan suara. Dengan hanya mendapatkan 2.161.507 suara atau 1,54 persen, Hanura harus mengakui kekalahan tersebut.
Tidak hanya Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga harus merasakan getirnya kegagalan. PPP, yang berdiri sejak 1973, harus mengakui bahwa suaranya tidak memenuhi ambang batas parlemen pada Pileg 2024. Kondisi ini cukup mengejutkan banyak pihak, mengingat PPP merupakan salah satu partai politik yang memiliki sejarah panjang di panggung politik Indonesia.
Berdasarkan rekapitulasi final Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (20/3/2024), PPP hanya mampu meraih 5.878.777 suara atau 3,87% dari total suara sah nasional yang mencapai 151.796.630. Artinya, PPP tidak memenuhi ambang batas yang ditetapkan untuk lolos ke DPR sebesar 4%.
Kehilangan dua partai politik dari Senayan menjadi sorotan publik yang tak terhindarkan. Bagaimana perjalanan politik tanah air ke depan akan membawa perubahan yang lebih mendalam, serta bagaimana langkah kedua partai yang kalah ini merespon kekalahan mereka, menjadi tanda tanya besar yang memenuhi benak masyarakat. Yang pasti, perhelatan politik ini memberikan pembelajaran berharga bagi semua pihak tentang dinamika politik yang tidak bisa diprediksi secara pasti.
(AS)
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL
PALEMBANG Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi
NASIONAL