Antrean Solar Ngular 1 Km di Banda Aceh, Sopir: Sudah Jadi Pemandangan Biasa
BANDA ACEH Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian
EKONOMI
SURABAYA -Kasus pemilu yang menggegerkan kembali menghiasi headline, kali ini melibatkan sosok selebgram terkenal, Arizal Tom Liwafa alias Tom Liwafa, yang terlibat dalam kontroversi penggelembungan suara sebagai calon anggota legislatif DPR RI dari Dapil ‘Neraka’ Jatim I Surabaya-Sidoarjo melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Tudingan yang dilayangkan oleh rivalnya di dalam partai, Sungkono, menambah kompleksitas dalam dinamika politik daerah.
Tudingan tersebut berkisar pada dugaan pengalihan suara dari Sungkono ke Tom Liwafa di 9 kecamatan di wilayah Surabaya. Dugaan penggelembungan suara ini muncul setelah hasil rekapitulasi suara DPR RI Dapil Jatim I mengungkapkan perbedaan yang cukup signifikan antara keduanya. Tom Liwafa berhasil meraih 69.289 suara, sementara Sungkono hanya mendapatkan 65.996 suara, dengan selisih yang mencapai 3.293 suara.
Mursyid Mudiantoro, kuasa hukum Sungkono, menyampaikan bahwa temuan dari hasil investigasi menunjukkan adanya penggelembungan suara sekitar 3.500 suara, yang diduga berdampak signifikan terhadap posisi Sungkono dalam pemilihan. Hal ini memunculkan kerugian bagi Sungkono yang harus rela kehilangan kursi di Senayan, padahal sebelumnya ia merupakan petahana yang berpotensi untuk kembali terpilih.
Dugaan penggelembungan suara ini terjadi di beberapa kecamatan di Surabaya, seperti Wonokromo, Wonocolo, Sukolilo, Kenjeran, Sukomanunggal, Bulak, Pabean Cantikan, Tandes, dan Krembangan. Temuan ini didasarkan pada penghitungan suara di TPS dan rekapitulasi di tingkat kecamatan, yang menunjukkan adanya pergeseran suara dari Sungkono ke Tom Liwafa.
Sungkono pun telah melaporkan dugaan penggelembungan suara ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya serta pihak internal PAN. Meskipun demikian, pihaknya juga siap untuk melaporkan kasus ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) jika tidak ada penyelesaian yang memuaskan.
Mursyid berharap bahwa laporan yang telah disampaikan ke Bawaslu dapat segera mendapatkan hasil yang adil dan transparan. Namun, jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, pihaknya akan terus melakukan upaya hukum melalui jalur yang tersedia, termasuk sanggahan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat dan Mahkamah Partai.
Kontroversi ini tidak hanya mencoreng citra pemilu yang bersih dan adil, tetapi juga mengingatkan akan kompleksitas politik dan persaingan yang terjadi di tingkat lokal. Kasus ini juga menyoroti pentingnya penegakan hukum dan keadilan dalam menjaga integritas demokrasi Indonesia.
(K/09)
BANDA ACEH Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyebut Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RIDPD RI (STSB) 2026 menjadi momentum p
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Rupiah turun 16 poin a
EKONOMI
JAKARTA Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap sejumlah calon Hakim Agung dan Hakim Ad H
NASIONAL
JAKARTA Tim kuasa hukum Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mempertanyakan langkah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang kembali melimpahkan pe
NASIONAL
JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat penegak hukum mengusut dan menindak pihak yang bertanggung jawab atas tantangan haf
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Menteri Perang Amerika Serikat (AS) bidang Kebijakan, Elbridge Colby, di Ista
NASIONAL
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi meminta Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menguji keabsahan ijazah S1 Universita
POLITIK
JAKARTA Seorang siswa Sekolah Rakyat terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026. Menter
NASIONAL
JAKARTA Eks Jampidsus Febrie Adriansyah menyampaikan duka atas meninggalnya Sutrimo, mantan kepala rumah tangga (karumga) keluarganya. M
NASIONAL