Pura-pura Lihat Cincin, IRT Diduga Curi Berlian Rp40 Juta di Toko Emas Pusat Pasar Medan
MEDAN Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial NS diduga mencuri cincin berlian senilai Rp40 juta dari sebuah toko emas di kawasan Pusa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Ketua Institut Harkat Negeri, Sudirman Said, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rencana skenario politik yang mengusung ide koalisi pemerintahan yang melibatkan seluruh partai politik. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah acara diskusi yang berjudul “Pemilu Terburuk dalam Sejarah Indonesia, Akankah Kita Terpuruk?” di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan.
Menurut Sudirman, isu tersebut mencuat dengan adanya pembicaraan bahwa semua partai politik akan dimasukkan ke dalam satu koalisi besar, permanen, dan jangka panjang, dengan hanya satu atau dua partai yang ditinggalkan di luar. Ia menilai bahwa jika skenario semacam ini terwujud, hal itu akan merusak makna demokrasi Indonesia secara mendasar.
“Sudah mulai ada bisik-bisik, sudah seluruh partai dimasukkan saja ke dalam satu koalisi besar, permanen, jangka panjang. Tinggal satu atau dua ditinggalkan di luar,” ujar Sudirman.
Baginya, kehadiran isu tersebut merupakan iktikad yang sangat buruk dan berpotensi menghancurkan Indonesia ke dalam jurang terdalam demokrasi. Sudirman bahkan menyebut bahwa jika hal tersebut terjadi, Indonesia akan berada dalam kondisi yang sulit untuk diperbaiki lagi, yang ia sebut sebagai kategori “unfixable”.
Sudirman juga mengkritisi gaya politik dinasti yang saat ini tengah mengemuka, yang menurutnya bisa menjadi berkah bagi para penguasa karena memberikan keleluasaan untuk mempertahankan kekuasaan. Namun, ia menegaskan bahwa politik dinasti dan pelanggaran etika yang dibiarkan tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi Indonesia, terutama terkait dengan persoalan penegakan hukum.
“Karena PR kita adalah soal gap, soal keadilan sosial, soal penegakan hukum, maka hal-hal yang menjadi PR kita tidak akan bisa diselesaikan,” tandasnya.
Dengan demikian, pernyataan Sudirman memunculkan perdebatan tentang masa depan demokrasi Indonesia, yang masih harus dijaga dan dilestarikan. Diskusi tentang isu ini diharapkan dapat membuka ruang bagi refleksi mendalam tentang arah politik yang diambil oleh bangsa ini.
(AS)
MEDAN Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial NS diduga mencuri cincin berlian senilai Rp40 juta dari sebuah toko emas di kawasan Pusa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sebaran asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah selatan Sumatera Utara pada Senin
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI dalam upacara peringatan HUT ke81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cil
NASIONAL
JAKARTA Polri memperkenalkan tagline baru bertajuk Polisi Bersama Masyarakat. Slogan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kom
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko memberikan pandangan mengenai masuknya nama Rocky
NASIONAL
SLAWI Semangat mendukung Timnas Indonesia bakal mewarnai pusat Kota Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin malam, 5 Oktober 2026. Pe
OLAHRAGA
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada awal perdagangan pekan ini, Senin, 5 Oktober 20
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini, Senin, 5 Oktober 2026. Penguatan IHSG turut d
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Parade Hari Ulang Tahun ke81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Prima Mark
NASIONAL
JAKARTA Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap mendapat kepercayaan baru dalam jajaran pimpinan Polri. Perwira tinggi Polri tersebut ditunjuk se
SOSOK