BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

BUNG RINNO WARNAI BAKAL CALON WAKIL WALIKOTA MEDAN 2024

BITVonline.com - Minggu, 02 April 2023 12:39 WIB
BUNG RINNO WARNAI BAKAL CALON WAKIL WALIKOTA MEDAN 2024
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN-Perhelatan pesta demokrasi segera akan di gelar pada tahun 2024.setiap partai politik ramai menebar simpatik masyarakat.berbagai konsep dan kader terbaik sudah mulai ditawarkan kepada masyarakat luas.

Kota medan adalah kota dengan sejuta budaya dan karakteristik masyarakat nya yang harmonis dan religius.Memasuki tahun politik tahun 2024 pilkada Kota medan,Medan butuh sosok muda yang religius dan cerdas dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di kota medan,mulai dari kesehatan,pendidikan, transportasi, pengembangan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM.selain itu juga mampu merangkul semua pihak untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan,menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama.

Rinno hadinata biasa disapa Bung Rino menuturkan problem besar yang dihadapi Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia sekarang adalah hampir semua fasilitas kota, berada dalam jarak yang tidak dekat dengan warga.Untuk bekerja dan bersekolah, misalnya, umumnya warga harus menjangkau dengan kendaraan bermotor. Begitu juga fasilitas lain. Buntutnya, kota menjadi ruwet, polutif, tidak humanis, dan tidak sehat lantaran gaya hidup warga cenderung pasif.

Mestinya, semua fasilitas yang dibutuhkan warga berada dalam jarak yang dekat, cukup dijangkau dengan jalan kaki singkat, bersepeda, atau naik angkutan umum.

Hal inilah yang menjadi salah satu tantangan bagi para perancang dan pengelola agar membangun konsep kota cerdas,dan religius.ini bisa dilihat dari berbagai contoh kompleks rumah hunian mewah didalam nya berbagai macam fasilitas ada dan lengkap.

Seharus nya konsep ini juga bisa dirasakan oleh masyarakat umum yang tingkat penghasilan ekonomi nya menengah ke bawah jadi tidak terlihat kesenjangan sosial.

Kota Akses 15 menit

Rinno menyampaikan Konsep ini menekankan bahwa seluruh fasilitas kota.mulai tempat kerja, bisnis hingga rekreasi, area terbuka hijau mesti dapat diakses dalam waktu singkat, tak lebih 15 menit. Warga cukup berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan angkutan publik untuk menjangkaunya.

Konsepnya didasari pada keinginan untuk merancang kota yang lebih berkelanjutan, membantu mengurangi penggunaan mobil dan mengurangi emisi karbon, serta mengurangi waktu perjalanan sambil menciptakan lebih banyak ruang publik.

Secara garis besar, dalam konsep kota 15 menit, kota dibagi dalam 3 zona utama. Pertama, zona jalan kaki selama 5 menit.

Yang termasuk wilayah ini adalah kawasan permukiman, ditopang fasilitas kebutuhan warga keseharian, termasuk sektor usaha kecil, lapangan terbuka dan lahan untuk rekreasi warga.

Kedua, zona jalan kaki 15 menit. Wilayah ini meliputi toko kelontong, apotek, sarana perdagangan umum, sekolah, taman serta perusahaan besar. Di zona ini, terdapat akses transit regional berupa sedikitnya satu stasiun transportasi publik.

Ketiga, zona bersepeda 15 menit. Di area ini, terdapat berbagai fasilitas budaya, layanan medis, dan pendidikan tinggi. Selain itu, ada juga taman dan perusahaan yang lebih besar. Di zona ini, tersedia transportasi publik untuk kepentingan antarkota.

Penerapan konsep kota 15 menit akan melahirkan apa yang disebutnya sebagai kota polisentris.

Konsep setiap orang dapat pergi ke manapun mereka mau untuk memenuhi kebutuhan, dengan waktu perjalanan kurang dari satu jam.

Dengan memiliki kota polisentris, kita dapat menumbuhkan kembali kohesi sosial kawasan perkotaan,tutur Rinno pria berdarah ternate jawa ini.

Anak-anak muda harus duduk bersama membangun kota medan yang cerdas,religius,serta penguatan UMKM.

Setiap kelurahan dan kecamatan harus diberi pelatihan, pendampingan bagaimana membangun produk unggulan UMKM serta bantu pelaku umkm agar produk nya bisa di jual di warung atau minimarket,bukan pada saat event tertentu saja.ujar Rinno Sekretaris Projamin (Professional jaringan mitra negara)sumatera utara. (Ranto,SH)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru