Ahli KPU Khairul Fahmi: Syarat Pendidikan Gibran Tak Tepat Lagi Diuji Lewat PHPU
JAKARTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan ahli hukum tata negara Khairul Fahmi dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pre
HUKUM DAN KRIMINAL
Batu Bara – Malam menjelang pemungutan suara diwarnai dengan keresahan warga akibat maraknya praktik serangan fajar yang diduga dilakukan untuk memenangkan pasangan tertentu. Relawan pasangan Edy Rahmayadi menyerukan masyarakat untuk menangkap pihak-pihak yang datang membawa uang demi memengaruhi pilihan rakyat.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak tinggal diam. Tangkap siapa pun yang datang membawa serangan fajar untuk mengarahkan dukungan kepada pasangan tertentu. Serangan fajar ini mencederai demokrasi dan harus dihentikan,” tegas salah seorang perwakilan relawan.
Mereka juga mempertanyakan pengawasan dari aparat keamanan, termasuk intelijen kepolisian dan TNI, yang dinilai kurang optimal dalam mencegah praktik ini.
“Di mana intel kepolisian, TNI, atau aparat berwenang lainnya? Malam ini situasi semakin panas karena serangan fajar terjadi di mana-mana. Kami mendesak pengawasan lebih ketat agar tidak ada pelanggaran pemilu yang dibiarkan begitu saja,” lanjutnya.
Relawan Edy Rahmayadi mengimbau masyarakat untuk bersikap tegas dan melaporkan praktik serangan fajar kepada Bawaslu atau pihak berwenang. Mereka juga menekankan bahwa memilih pemimpin harus didasarkan pada integritas dan visi misi, bukan karena iming-iming uang.
“Jangan gadaikan masa depan kita hanya karena uang sesaat. Pemimpin yang terpilih dengan cara seperti ini tidak akan membawa perubahan positif. Kami meminta aparat dan masyarakat bekerja sama untuk memastikan pemilu berlangsung jujur dan adil,” tambahnya.
Situasi ini semakin menyorot pentingnya peran pengawasan dalam pesta demokrasi. Relawan Edy Rahmayadi berharap Bawaslu, kepolisian, dan TNI segera turun ke lapangan untuk mengantisipasi dan menindak praktik serangan fajar yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap pemilu.
Masyarakat Batu Bara, terutama yang menginginkan pemilu bersih, diimbau tetap waspada dan berani melaporkan segala bentuk pelanggaran. Seruan ini menjadi pengingat bahwa menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama.
(Red)
JAKARTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan ahli hukum tata negara Khairul Fahmi dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pre
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy&039ari mengungkap alasan KPU tidak meragukan dokumen pendidikan Gibran Rak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Hakim Konstitusi Arsul Sani menegur ahli dari pihak terkait, Muhammad Rullyandi, dalam sidang sengketa syarat pencalonan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi menilai pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden merupakan satu kesatuan.
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Eks Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy&039ari memaparkan kronologi pembentukan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19 Tahun 2
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia meraih kemenangan telak 92 atas Bangladesh dalam pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelo
OLAHRAGA
MEDAN Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara membongkar praktik judi online yang beroperasi di Kota Medan dan Tebing Tinggi. Poli
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy&039ari membantah adanya niat untuk mempermudah Gibran Rakabuming Raka menj
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Galeri Mustika Deli yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan memperkuat perannya sebagai pusat kriya dan kuliner terpa
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan kehidupan masyarakat di Kota M
PEMERINTAHAN