Ferdinand Hutahaean Curiga Dakwaan Jaksa Direkayasa agar Jokowi Tak Hadir di Sidang
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
JAKARTA– Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Kun Wardana, menanggapi hasil survei yang menempatkan pasangan Dharma Pongrekun–Kun Wardana pada posisi terendah dalam persaingan Pilkada Jakarta 2024. Meskipun hasil survei menunjukkan elektabilitas mereka masih rendah, Kun menyatakan bahwa peluang untuk meraih kemenangan masih terbuka lebar karena sekitar 40 persen pemilih belum menentukan pilihan mereka.
Kun Wardana mengungkapkan bahwa angka 40 persen pemilih yang belum memutuskan siapa yang akan dipilih merupakan peluang besar bagi pasangannya untuk menarik perhatian. “Saya baca di salah satu media, masih ada sekitar 40 persen yang belum menentukan pilihan. Artinya, masih ada peluang,” kata Kun.
Menanggapi hasil survei yang menempatkan pasangan Dharma-Kun di posisi rendah, Kun tetap optimis dan percaya pada potensi yang bisa diraih dalam sisa waktu kampanye. “Kita akan berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasil akhirnya kita serahkan pada Tuhan. Kalau memang sudah takdirnya menang, ya menang. Kalau takdirnya lain, kita akan mengambil hikmah,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
pasangan calon nomor urut tiga, Pramono Anung-Rano Karno, menunjukkan elektabilitas yang lebih tinggi, yakni 38,3 persen, sedangkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono berada di angka 34,6 persen. Sementara itu, pasangan Dharma-Kun hanya memperoleh elektabilitas sebesar 3,3 persen. Namun, survei juga menunjukkan adanya 23,8 persen responden yang belum menentukan pilihan, sebuah indikator yang memberikan harapan baru bagi pasangan Dharma-Kun.
Terkait dengan langkah strategis yang akan diambil dalam sisa waktu kampanye, Kun menegaskan bahwa ketidakpastian dalam pemilihan sangat mungkin terjadi, mengingat pergerakan elektabilitas pemilih yang bisa berubah seiring berjalannya waktu. “Di kuantum, ada yang namanya ketidakpastian. Karena tidak pernah berpikir linier, tapi melompat-lompat,” jelas Kun, menandakan keyakinannya terhadap potensi pergeseran preferensi pemilih menjelang hari-H pemungutan suara.
Meskipun berada di posisi yang cukup tertinggal, pasangan Dharma Pongrekun–Kun Wardana tetap berkomitmen untuk berjuang maksimal hingga akhir kampanye. Mereka berharap dapat meyakinkan pemilih yang belum memutuskan pilihan, dan membawa perubahan yang signifikan di Jakarta apabila terpilih nantinya. (JOHANSIRAIT)
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi pemulihan ekonomi masy
EKONOMI
SIBOLGA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong Pemerintah Kota Sibolga untuk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tujuh orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi yang menj
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memilih tidak memberikan komentar terkait temuan dugaan pemborosan anggaran Program Ma
NASIONAL
MEDAN Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Joko Juliantono mengaku kini memiliki banyak pihak yang merasa terganggu sejak pemerintah menjalank
NASIONAL
MEDAN Lurah Paya Pasir, Syerly, menyampaikan permohonan maaf usai video dirinya yang diduga mengejek seorang warga saat menyampaikan kelu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru sepenuhny
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran uang dalam perkara suap yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (K
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan pembentukan Dewan Pengawas untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). D
NASIONAL